MUARO JAMBI – Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro, Rabu (09/09/20) pagi panen perdana padi di Desa Pudak. Varietas padi Sailun Salimbai yang dipanen, menghasilkan beras wangi dan kenyal dari Muaro Jambi.
Ketua Kelompok Tani Usaha Sepakat, Suyanto saat ditemui Dinamikajambi.com disela-sela kunjungan kerja bupati memaparkan varietas unggul itu.
Melalui serangkaian proses dengan didampingi Dr Ir Sri Arniati Abu Tani MS dari Forum Layanan Ipteks Bagi Masyarakat (FlipMas) dan pihak terkait lainnya, varietas dapat didaftarkan.
“Tadi sudah dilaksanakan pemurnian oleh badan sertifikasi Tanaman Provinsi Jambi. Padi yang dipanen ibu bupati menjadi hak paten,” bilang Suyanto.
Varietas lokal ini didaftarkan dengan nama pemohon Masnah Busro pada 17 Februari 2020 dengan nomor publikasi : 47/BR/PVL/2/2020
Ini merupakan satu-satunya varietas padi Kabupaten Muaro Jambi yang sudah didaftarkan. Saat panen perdana ini, diberikan sertifikat hak paten.
Suyanto menguraikan bagaimana memilih nama Sailun Salimbai. Dari banyaknya nama varietas muncul hingga kemudian disepakati nama Sailun Salimbai.
“Kita tak usah berdebat, kita sepakati nama asli Muaro Jambi, Sailun Salimbai,” terangnya.
Kelebihan Varietas Padi Sailun Salimbai
Menariknya benih dari varietas ini memiliki keunggulan tersendiri baik dari benih hingga beras yang dihasilkan.
“Kelebihan Varietas Sailun Salimbai ini, tahan hama. Kemudian varietasnya amfibi. Bisa hidup di lahan darat dan air. Kemudian tidak boros akan pupuk serta rasanya yang sangat diminati. Rasanya wangi, dan kenyal,” katanya.
Selanjutnya Suyanto berharap padi Sailun Salimbai tak hanya terdaftarkan sebagai varietas lokal. Namun ke depannya, dapat menjadi varietas unggulan nasional sehingga bisa ditanam petani seluruh Indonesia.
Berita Terkait : Bupati Panen Padi Varietas Sailun Salimbai, Rasanya Luar Biasa
Kepala Dinas Pertanian Muaro Jambi, M Havis mengatakan benih ini akan diedarkan kepada petani untuk ditanam kembali. Pada tahun perubahan ini, Distan Muaro Jambi sudah menganggarkan sebanyak 60 ton.
“Yang panen ini, harus untuk petani Muaro Jambi. Ini sudah banyak yang minta. Di Batang Hari sudah banyak yang meminta, pengen juga. Cuma kita tutup dulu. Jangan dulu,” katanya.
“Soal pemasaran, kita tidak ada masalah. Kita setiap tahun tetap menganggarkan ini,” pungkasnya.

