MUARO JAMBI – Dalam sepekan terakhir, pengerjaan normalisasi aliran sungai berlangsung di Desa Petaling, Kecamatan Sungai Gelam. Aktifitas ini kemudian menimbulkan banyak pertanyaan warga, salah satunya soal besaran anggaran.
“Untuk apa itu? Kami itu butuh jalan,” kecam warga setempat saat ditemui awak media, Senin (29/5) pagi.
Warga RT 24 ini mengatakan, aktifitas pengerjaan normalisasi memang dibutuhkan. Namun bukan saat ini. Sementara kebutuhan jalan jauh lebih mendesak. Ia menyebutkan pula rusaknya sejumlah ruas jalan di wilayah ini.
Hal senada disampaikan Safrial pada awak media. Ia protes keras saat mengetahui pengerjaan menelan anggaran Rp 60 Milliar.
“Lucu. Kami butuh jalan, bukan ini. Selama saya disini, tidak pernah banjir kok,” tegas pemilik bengkel ini.
Awalnya, Safrial mengira pengerjaan ini program alat berat dari pemerintah provinsi.
Sampai berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum belum dapat dikonfirmasi. Dari penelusuran awak media, pengerjaan normalisasi ini dianggarkan Rp 60 Milliar untuk pengerukan aliran sungai di kecamatan dalam Kabupaten Muaro Jambi.
“Benar. Ada anggaran seperti itu. Dibagi untuk setiap kecamatan,” singkat sumber dari gedung DPRD Kabupaten Muaro Jambi
