PAMENANG – Kabar Kepala Desa Sungai Udang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin selingkuh, semakin deras. Tak sampai disitu, warga yang gerah dengan kabar itu rupanya sudah siap melapor ke Bupati Merangin, Al Haris.
Meski dibantah langsung oleh Kades Sungai Udang, Ahmad Yusuf pada awak media, rupanya isu itu sudah begitu menyebar di masyarakat. Warga gerah, perselingkuhan berujung denda itu dibungkus pula berbagai pertanyaan terkait.
Benarkah kasus selingkuh diselesaikan dengan 3 orang dan saksi yang disebut salah satunya oknum perangkat desa? Bukankah harus di muka umum? Begitu gunjingan yang ada.
Rupanya, warga yang tak terima mengadu pada tokoh masyarakat setempat. Tak main-main, warga juga bakal menghadap Bupati Merangin. Waduh.
Usut punya usut, DinamikaJambi.com mendapati kabar bahwa warga mengadu pada salah satunya, Joko Suryadi, tokoh masyarakat sekaligus mantan kades.
“Warga tidak terima. Kejadian itu ditutup-tutupi. Seolah malah sekarang seperti rekayasa. Yang warga tak mau lagi, nanti ada kejadian main hakim sendiri,” ungkap Joko saat ditemui di kediamannya.
Joko mengaku, aduan warga ini bakal membuatnya terseret ke politik. Karena memang, Joko dan Ahmad bersaing ketat merebut kursi empuk kepala desa lalu dengan selisih 12 suara.
“Tapi bukan itu permasalahannya. Yang ada saat ini, warga mengadu ke saya, mereka tidak terima. Mereka minta solusi. Tidak ada soal politik,” akui Joko.
Masih dikatakan Joko, kades tak hanya jadi gunjingan, kabar juga melebar kemana-mana. Selain dugaan asusila, kades diterpa kabar pungutan liar yang berlangsung di pemerintahan desanya. Ia juga dituduh membuat kebijakan tak populer bagi warga.
“Mereka melaporkan ke saya. Udah siap menghadap bupati. Nah, tadi saya dapat kabar, ajudan Bupati Merangin sudah tau kabar ini. Saya tidak tau, siapa yang melaporkan,” terang Joko seraya menunjukkan surat tuntutan warga pada awak media.
Tak ada asap jika tak ada api. Mungkin begitu pepatah yang tepat. Namun jika tuduhan tanpa bukti, bisa jadi fitnah. Tapi dalam kasus ini, Joko menyebutkan ada warga yang siap bersaksi. Nah lohh..??
“Keinginan warga itu, agar bupati memanggil kades. Saya kurang tau pasti siapa, tapi ada warga yang siap bersaksi atau sidang itu,” katanya.
Sidang itu sendiri buntut dugaan asusila kades dengan ‘P’ diduga istri HA, warga sekaligus tim sukses sang kades. Rumah kades dan pasangan suami istri ini hanya berjarak satu rumah di RT 03, Dusun Sido Mukti, Desa Sungai Udang.
Sementara pengakuan kades sebelumnya, warga di RT 04 malah tidak mengetahui kejadian dan kabar tersebut. Kades dan istrinya malah menunjukkan kemesraan meski diterpa kasus tersebut.
Berita Terkait : Kades di Pamenang Selingkuhi Istri Timsesnya, Tapi Diduga Rekayasa?
Terkait kasus ini, kades dipanggil Camat Pamenang, Jumat (05/07/2019). Ia memberikan keterangan pada camat dan media. Kades bakal menelusuri kasus dan penebar berita yang disebutkan hoaks.
Sementara Tokoh Masyarakat Pamenang, Abdul Salam mengaku geram dengan kabar tersebut. Apalagi, Salam baru saja mengerakkan penutupan tempat prostitusi di wilayah Pamenang.
“Tolong di usut tuntas. Benar atau tidak kasus selingkuh ini. Jangan sampai Pamenang dibuat malu,” katanya. (Erw)
