Tak Hanya Disekap, Gadis Belia Ini Juga Diperkosa Oleh 8 Pria

PESAWARAN – Seorang gadis remaja kembali diperlakukan tak senonoh, oleh beberapa pria dewasa. Pasalnya, selain disekap selam dua hari, wanita malang ini juga diperkosa secara bergiliran.

Sebelumnya diketahui, Gadis remaja ini berinisial Sl (16) Warga Dusun Induk, Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, menjadi korban pemerkosaan oleh 8 pria dewasa

Tak hanya diperkosa ia juga disekap selama dua hari. Diduga selama dua hari tersebut anak dibawah umur itu digilir oleh para pelaku.

Kepolisan Resort (Polres) Pesawaran saat ini telah berhasil mengamankan 6 orang dari 8 terduga pelaku

 “6 orang dari 8 orang diduga pelaku yaitu R (32), AS (29), RM (24), MA (26), AR (23) dan MT (28), dan untuk pelaku lainnya sudah kita kantongi identitasnya namun masih dalam proses pengejaran,” ungkap Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardiyanto Sunggoro, Kamis (19/12/2019)

Saat ini Polres masih melakukan pendalaman terkait motif pemerkosaan tersebut

“Tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku bisa bertambah karena masih terus kita lakukan pendalaman,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Berawal dari perkenalan di media sosial Facebook, SL (16) warga Dusun Induk, Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, menjadi korban kebiadapan para pria itu

Penyekapan dan pemerkosaan selama dua hari ini bermula ketika korban kenal salah satu terduga dari Facebook kurang lebih satu bulan lalu.

“Sebelum kejadian itu pada hari Jumat (13/12) malam sekitar pukul 19.30 wib, anak saya pamit mau kewarung, tapi ternyata ia bertemu dengan teman yang dikenal dari Facebook bernama Rizki alias Andre warga Kedondong,” ungkap ibu korban Salinah (49).

Setelah itu, anaknya hilang tanpa kabar berita, sehingga para anggota keluarga melakukan pencarian terhadap korban.

“Dari pengakuan anak saya, dia diajak pelaku ini untuk dikenalkan dengan orang tuanya, tapi ternyata malah disekap disebuah rumah sekitar pasar baru kedondong yang informasinya rumah itu kosong milik agus, disanalah anak saya disekap dan diperkosa oleh kurang lebih 8 orang, saya tahu karena anak saya sempat telepon minta tolong sambil menangis,” ucapnya.

“Dari situlah kami melakukan pencarian terhadap anak saya, tapi karena tidak tahu tempat lokasinya, kami akhirnya melaporkan polisi,” Tambahnya.

Berselang beberapa waktu lalu, akhirnya korban ditemukan berada di pinggir jalan Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima.

“Pada hari Minggu (15/12) pagi, anak saya kembali menghubungi kalau dia berada dipinggir jalan, dan akhirnya kakaknya saya suruh untuk menjemputnya,” tukasnya.

Menurutnya, korban ditemukan dalam keadaan yang cukup memprihatinkan.

“Pada saat ditemukan itu anak saya kondisinya trauma, takut ketemu dengan orang, sering nangis dan blank gitu  setiap ditanya jawabannya enggak tahu terus,” ujarnya.

Ia pun menerangkan, pasca ditemukan korban menceritakan semua kejadian yang dialaminya.

“Habis ditenangin itu, anak saya itu bilang, kalau dia disekap disebuah rumah terus diperkosa oleh beberapa orang, dan dia juga diancam oleh pelaku yang merupakan pemilik rumah itu kalau dia (pelaku) mengaku dukun, kalau anak saya lapor polisi, anak saya mau disantet,” terangnya.

Ia pun berharap polisi dapat secepatnya mengungkap kasus yang menimpa anak itu.

“Kami berharap polisi dapat menangkap para pelaku, dan dihukum dengan seberat-beratnya, karena kami tidak terima mas,” harapnya.

Sementara itu, mengetahui hal tersebut Kepala Desa Way Layap Ismed Inanu langsung melaporkan hal itu kepada polisi.

 “Itu dua kali lapor, yang pertama laporan kehilangan yang kedua kasus pemerkosaannya, kita juga sempat bingung karena kondisi korban dalam keadaan trauma, hingga akhirnya bisa kita tenangkan dan minta untuk dia bercerita apa yang terjadi terhadap dirinya dan saat ini kasus ini sudah ditangani Polres Pesawaran,” tuturnya. (Sakanews.com)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page