Tabungan Milyaran di Bank Lenyap, Dukcapil Bungkam Soal KTP Duplikat

KOTA JAMBI – Setelah kemarin mendatangi Bank Central Asia (BCA) yang berada di komplek pasar Kota Jambi untuk menuntut ganti rugi atas uangnya yang raib tanpa kejelasan, hari ini, Kamis (12/9), Ati (39) mendatangi Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi yang berada di kawasan Broni.

Kedatangan pria yang mengaku kehilangan uang dengan jumlah milyaran itu, adalah dengan maksud memastikan secara langsung data identitas dirinya yang menurut pengakuannya telah di duplikat oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

Dikonfirmasi usai mendatangi Kantor Dukcapil, Ati mengatakan bahwa dirinya menemui kejanggalan. Pihak kantor tersebut jelasnya mengatakan bahwa tidak bisa memberikan data yang Ia minta.

“Saya ingin melihat data-data pernikahan saya, prosedur-prosedur waktu saya menikah dulu. Tetapi Dukcapil tidak bisa memberikan, dengan alasan ini sudah masuk ke ranah hukum, dan merupakan data rahasia,” katanya tegas.

Berita Terkait : Nahhh.. Duit Ratusan Juta Nasabah BCA Cair Tanpa Konfirmasi

Ati menjelaskan bahwa Ia hanya ingin melihat saja, tetapi tidak di perbolehkan,” Ini kenapa, saya yang menikah, dan malah saya yang tidak boleh melihat,” ketusnya.

Ia kembali membeberkan fakta yang cukup mencengangkan, yakni dengan adanya perubahan NIK ID. Pada pemberkatan pernikahan Ati lalu menggunakan NIK ID 1571031708810102, dan setelah pencatatan sipil pernikahan malah keluar NIK ID yang berbeda. “Berubah di ujungnya menjadi 0062, saya bingung kok bisa berubah,” ujarnya.

Berita Terkait : Digeruduk Massa, BCA Bungkam Tapi Sebut ‘Pengadilan’??

Setelah perubahan tersebut, Ati kembali menemukan Kartu Tanda Pengenal (KTP) dengan nama dirinya tetapi menggunakan NIK yang kembali berbeda, yakni 0322. “Tujuan saya ke Dukcapil untuk mendapatkan kenapa itu bisa terjadi,” bilangnya lantang.

Sementara itu, pihak Dukcapil saat akan di konfirmasi sebut Ati, malah mengatakan harus ada surat laporan kehilangan dari pihak Kepolisian agar dapat membuka data tersebut.

Kesal dengan keruwetan tersebut padahal Ia adalah korban yang dirugikan, Ati mengatakan harus mengadu ke siapa lagi untuk meluruskan permasalaha tersebut,” Sekarang, saya tidak memiliki NIK ID karena sudah banyak NIK ID – NIK ID atas nama saya yang bertebaran,” kesalnya. (Raw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page