Sudah Hangus Terbakar, Baru Damkar Datang..

MUARO JAMBI – Pengalaman, adalah guru yang terbaik. Mungkin itu yang menjadi pemikiran Ketua Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG), Safrizal dan warga pada bencana kebakaran.

Beberapa tahun yang lalu, kebakaran melanda pasar tradisional di Desa Petaling. Tak hanya Petaling, Desa Sumber Agung pada 2016 silam, menjadi catatan kelam. Jauhnya akses yang ditempuh Pemadam Kebakaran (Damkar), membuat api cepat menghabisi pasar yang menjadi tujuan warga 4 desa itu

“Kecamatan Sungai Gelam sangat membutuhkan sekali akan adanya Damkar,” ungkap Safrizal, Sabtu (10/02)

Lebih lanjut, Ketua IMSG menjelaskan secara spesifik kebutuhan adanya Damkar. Dengan perkembangan pesat di Kecamatan Sungai Gelam, antisipasi bencana harus segera dilakukan. Selain itu, Damkar juga meminimalisir kebakaran lahan.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, bukan hanya yang padat penduduk seperti Desa Sumber Agung tapi banyaknya lahan gambut harus di perhitungankan oleh Pemkab. Jika damkar sudah ada, saat terjadi musibah seperti kebakaran dapat dilakukan tindakan dengan cepat,” terangnya.

Terpisah, tokoh pemuda sekaligus penduduk Desa Gambut Jaya, Jalaluddin mengatakan hal senada. Bilang Jalal, keberadaan Damkar, meminimalisir kerugian saat bencana kebakaran.

“Adanya damkar dapat mengantisipasi dan meminimalisir kerugian jika terjadi kebakaran. Seperti halnya kejadian ditahun 2016 lalu, beberapa kios pasar minggu Sumber Agung terbakar,” ungkap Jalalludin

Tak sampai disitu tokoh pemuda yang berpostur besar itu menjelaskan kondisi semakin memburuk, saat Damkar datang, kondisi jalan hancur, memperlambat penanganan kebakaran.

“Karena kondisi jalan yang hancur dan belum adanya Damkar, api pun telah melahap habis beberapa kios. Sudah hangus baru sang pemadam kebakaran datang. Saya tidak tau damkar Pemkab atau Kota Jambi yang pasti tiba dilokasi sudah hangus,” jelasnya. (Tr01)