MUARO JAMBI – Sebagai wadah para sopir angkutan batubara, Komunikasi Angkutan Batubara (Kotura) sudah beberapa kali pasang badan dengan warga. Beberapa persoalan dibenahi, agar para sopir dan warga tak lagi jadi masalah.
M Toni, Wakil Ketua Kotura mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali turun menyelesaikan konflik sopir dengan warga. Termasuk, aksi mendatangi DPRD Batanghari baru-baru ini.
Sekira 4 kali, Kotura turun mendampingi para sopir yang tercatat sekira 200 anggota dari 1800 armada. Umumnya, persoalan ini lantaran pemblokiran jalan.
“Kalau konvoi, kito sebenarnyo dak mau jugo. Lokak numbur buntut (Belakang,red). Masalahnyo tu, jumlah angkutan dan jalan. Ini sudah kito sampaikan dengan DPRD, untuk jalan Panerokan,” bilang Toni yang didampingi Hambali.
Lantas, disinggung dengan sopir dibawah umur yang juga kerap jadi sorotan lantaran ugal-ugalan, Toni tak menampik. Hal ini memang menjadi polemik dari sopir batubara.
“Sopir dibawah umur ini, mengantikan bapaknyo. Kadang bapaknyo capek, anaknyo yang gantikan,” jawab Toni.
Selain itu, Ia juga menyebutkan para sopir yang belum memiliki SIM juga menjadi target pembenahan. Kotura sudah mensosialisasikan hal tersebut pada anggotanya.
“Ini sudah kita sampaikan. Kita bersama polisi menertibkan soal ini,” paparnya. (Win)
