MERANGIN – Pasar Beduk Bangko sempat dikeluhkan warga lantaran macet panjang. Hari ketiga puasa, Pasar Beduk lebih nyaman dan tak lagi macet di Pasar Bawah
Sebelumnya, warga Bangko dan penguna jalan mengeluhkan macetnya pasar lantaran Pasar Beduk, semrawut. Sebagian tenda ada di jalan, sebagian lain berada di RTH.
Parkir tak beraturan, semakin membuat pasar semrawut dan lalu lintas macet.
Merespon hal itu, pemerintah mengambil solusi lewat OPD terkait dengan mengelar rapat.
Kepala Satpol PP Merangin, Muhammad Sayuti mengaku pihaknya bersama polisi, mencarikan solusi atas permasalahan ini.
“Bupati minta carikan solusi. Saya mengusulkan dalam rapat itu, bahwa Pasar Beduk semua di pindahkan dalam RTH,” katanya, Sabtu (21/2/2026) sore.
Langkah ini, membuat warga tak lagi harus keluar masuk jalan yang menganggu lalu lintas. Warga bisa lebih fokus dalam 1 titik, yakni di dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Langkah kedua, Sayuti mengusulkan bagian luar yang sebelumnya berisi lapak Pasar Beduk, menjadi tempat parkir kendaraan.
“Dengan catatan, tidak ada 1 kendaraan pun yang masuk ke dalam Pasar (Beduk, red). Seperti yang kita lihat, roda 2 dirapikan depan RTH masjid raya. Sedangkan roda 4 di eks Pasar Buah,” kata Kasat Pol PP saat ditemui di Pasar Beduk.
“Alhamdulillah saya kawal dari jam 09.00 Wib sampai saat sore ini, Pasar Beduk kondusif, lalu lintas tidak macet,” katanya.
Sementara bagi pedagang, pemindahan ini berdampak positif dan negatif. Positifnya, jalan tak lagi macet, negatifnya berdampak pada pembeli mereka.
“Kalau 2 hari awal sudah ada pelanggan, sekarang mesti cari-cari lagi,” kata Deni Herio Putra, salah satu pedagang.
Meski begitu, Deni mengaku tak mau berharap jualan diluar seperti awal jualan. Namun Ia berharap, pembeli bisa kembali ramai seperti sebelumnya.
“Kalau harapannya, daya belinya aja meningkat,” katanya.
Pantauan awak media, lalu lintas kawasan ini tak lagi macet. Tampak Polantas dan Satpol PP menertibkan kendaraan dan bahkan ikut mengurai kendaraan.

