JAMBI – Harga jual TBS Kelapa Sawit di Provinsi Jambi beberapa pekan ini semakin tertekan, sehingga hampir dua bulan terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan.
Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yakni dengan merebaknya Virus Corona beberapa waktu lalu.
Penurunan TBS Kelapa Sawit ini, dilihat berdasarkan hasil Rapat Pokja Penetapan harga Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama pihak terkait lainnya, Kamis (27/2/2020).
Baca juga : Tak Kunjung Membaik, Harga TBS Sawit di Jambi Semakin Merosot
Rapat yang di laksanakan di kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jambi ini, di pimpin oleh Putri Rainun selaku Kepala Bidang Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi Jambi.
Dikatakan Putri, harga TBS kelapa sawit di Jambi saat ini semakin tertekan, yang dikarenakan beberapa faktor, salah satunya yakni disebabkan oleh metebaknya virus Corona.
“Harga sawit kita semakin tertekan dan menurun, yang di sebabkan oleh virus Corona. Hari ini hari ini harganya turun Rp. 21.37 rupiah,” katanya.
Kondisi penurunan ini tidak hanya di alami di daerah Jambi kata Rainun, tapi juga di kota lain luar Provinsi Jambi, seperti pekan baru Riau dan Medan.
“Begitupun di daerah lain,” singkatnya.
Sementara itu, harga yang ditetapkan berdasarkan hasil penetapan Pokja TBS kelapa sawit per tanggal 28 Februari sampai dengan tanggal 3 Maret 2020, yakni rata-rata CPO Rp, Rp, 7.875.84, dan inti sawit Rp. 4.019.00,
Harga Sesuai Umur
Sedangkan harga sawit berdasarkan umur, adalah sebagai berikut ;
Sawit Umur 3 Tahun Rp. 1,383.01,
Sawit Umur 4 tahun Rp. 1.464.05,
Sawit Umur 5 tahun Rp. 1.532.40,
Sawit Umur 6 tahun Rp. 1.597.17,
Sawit Umur 7 tahun Rp. 1.637.63,
Sawit Umur 8 tahun Rp. 1,671,33,
Sawit Umur 9 tahun Rp. 1.704,95,
Sawit Umur 10-20 tahun Rp. 1,754,84, Sawit Umur 21-24 tahun Rp. 1,700,14, Sawit Umur 25 tahun Rp.1,618,66.
Lihat video : Tanggapan Leasing usai tarik unit mobil nunggak 1 bulan
Untuk diketahui, harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, bersama pihak terkait lainnya berlaku bagi petani swadaya yang sudah membentuk kelompok atau kemitraan.
“Kalau petani yang belum bermitra, itu tergantung kemana, dan bagaimana cara mereka menjualnya.” Beber Putri. (Paw)
