MERANGIN – Rapat Paripurna Pengesahan RPJMD Merangin 2030 pada Kamis (14/8) malam berubah panas ketika Fraksi NasDem melontarkan interupsi tajam sebelum penutupan forum. NasDem ingatkan mangkrak dan Pemakzulan.
Wakil Ketua DPRD I, Herman Effendi, yang memimpin rapat bersama Waka II, Ahmad Fahmi, harus memberi ruang bagi suara lantang Muhammad Yani.
Dengan nada penuh peringatan, Yani menyebut bahwa pengesahan RPJMD Merangin ini adalah “titik nol koordinat pembangunan Merangin” yang akan menentukan arah 4 tahun ke depan. Untuk itu, Ia mengingatkan bagaimana terwujudnya program RPJMD yang tak sesuai visi dan misi.
“Dulu kita menggaungkan Merangin Unggul di sektor pertanian dan pariwisata. Faktanya, pariwisata kita mati suri, pertanian memprihatinkan. Tidak ada pembagian traktor, tidak ada eksavator. Tapi kita masih berani bilang unggul?,” tegasnya.
RPJMD Terancam Mangrak
Mantan aktivis ini bahkan menembakkan kritik tajam pada proyek mangkrak yang menguras APBD. Ia mencontohkan gedung di Jalur Dua Talang Kawo yang menghabiskan miliaran rupiah namun tak pernah dimanfaatkan, justru membebani anggaran perawatan.
“Ini sangat merugikan negara. Jangan sampai Merangin Baru nanti mengulang hal yang sama,” sindirnya.
Menariknya, salah satu RPJMD Merangin Baru yakni rumah sakit, layak jadi perhatian besar. Pasalnya, rencana pembangunan rumah sakit baru yang digaungkan dulu, gagal total. Yang ada, hanya Taman Batu yang juga tak sesuai harapan.
Lebih jauh, legislator yang menjalani periode keduanya di DPRD Merangin ini menyinggung 2 peristiwa politik nasional yang menurutnya menjadi pelajaran pahit.
Pertama, bupati yang kena OTT KPK dan kedua, bupati yang dimakzulkan rakyatnya. Pesannya jelas, jika kebijakan tak berpihak pada rakyat, kehancuran adalah konsekuensi.
Baca Juga : PAD Merangin Rendah Jadi Sorotan NasDem, Wabup Akui
Ia merangkai interupsinya dengan peringatan sekaligus harapan, “Merangin Baru bukan slogan, Merangin Jaya bukan yel-yel. Ini mimpi masyarakat. Jangan sampai perjalanan ini keluar dari rel RPJMD yang sudah kita tetapkan.” tegasnya.
Forum akhirnya ditutup, RPJMD Merangin 2030 sudah disahkan. Namun “alarm politik” yang dibunyikan NasDem malam itu seolah menjadi pesan terselubung, pengkhianatan terhadap peta jalan pembangunan bisa berujung pada kehancuran politik.
