ACEH – Proyek Tinja ke Makam Ulama Aceh dikutuk keras. Sebagai negeri Serambi Mekah, proyek tentu mencoreng peradaban Aceh
Proyek pemerintah Aceh ini terus menuai polemik. Kali ini, Putra Gara, Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB) mengutuk keras Pemerintah Aceh yang terus melanjutkan proyek pembuangan tinja ke situs makam para ulama.
“Kami mengutuk tindakan pemerintah Aceh yang melanjutkan proyek pembuangan limbah tinja di Makam Ulama. Sudah banyak sekali ahli yang berbicara tentang Gampong Pande dan titik nol serta temuan nisan dan pondasi Mesjid Darul Makmur yang ada dalam area proyek. Bagaimana pemerintah mengaku dekat dengan ulama dan membuat majelis zikir sedangkan makam ulama dihancurkan,” ungkap Gara.
Lebih jauh Gara mengungkapkan, tidakkah pemerintah punya rasa malu. Karena apapun yang pemerintah Aceh lakukan kini, kelak akan dikutuk generasi mendatang sebab menghilangkan sejarah peradaban Aceh.
Baca Juga : Proyek Jembatan di Merangin Persempit DAS, Ini Ancamannya
“Orang yang sudah tahu itu makam ulama lantas tetap membuang tinja di makam itu maka Allah akan mengutuknya. Mungkin hatinya sudah mati sama seperti Bani Israil yang dikutuk jadi Kera dan Babi,” kata Gara lagi.
Gara menjelaskan, GPAB akan terus membela makam ulama dan situs Mesjid Istana Darul Makmur walaupun apapun resikonya. Karena menurutnya, bangsa Aceh besar karena tidak lepas dari peran para ulama.
“Bahkan Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah karena nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan para ulama sejak zaman Indatu kita,” pungkas Gara.***
