SAROLANGUN – Hutan mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia, Karena hutan memiliki serta mempunyai fungsi ekologis, sosial dan ekonomis, dalam perkembangannya hutan mendapat tekanan yang begitu kuat sehingga fungsi ekonomis hutan menjadi lebih Dominan.
Maka dari itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Limau UNIT VII hulu Sarolangun melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Pembinaan yang dilakukan tidak lain dan tidak bukan, hanya untuk menjaga kelestarian hutan dari penjarahan tangan tak bertanggungjawab.
Dari hasil kerja keras dalam membina masyarakat sekitar hutan, KPHP Limau UNIT VII hulu berhasil membuat produk asli Sarolangun dari hasil hutan yang dijaga selama ini.
Produk yang berhasil di olah oleh KPHP dan masyarakat setempat sudah bermacam produk, seperti Madu, Minyak Kepayang dan masih banyak lagi yang dilakukan.
Kepala KPHP Misriadi kepada media ini mengatakan, pihaknya mulai merintis pembinaan sejak tahun 2015 lalu, saat melakukan pembinaan awalnya masyarakat masih mengganggap seperti tengkulak jual beli putus yang harganya ditentukan oleh sepihak, namun seiring jalannya waktu KPH dapat mewujudkan terhadap masyarakt untuk membantu memasarkan dan mengembangkan produk hasil hutan bukan kayu dengan harga yang layak.
“intinya bukan hanya KPHP yang berbisnis, tetapi KPHP memberi jalan untuk berbisnis bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan tersebut, “Ungkapnya
Dengan kehadiran KPHP tersebut, sepertinya dapat membawa nama Kabupaten sarolangun ditingkat Nasional bahkan internasional dalam menghasilkan serta mengelola bahan produk yang mentah menjadi produk siap dipasarkan.
“kemarin, sewaktu dibawa kekalimantan banyak yang beli produk sarolangun, dan alhamdulilah produk kita tidak tersisa, semuanya habis terjual disana, “Jelasnya
Produk yang bawa ke Kalimantan dalam acara Hari Pangan Sedunia, tampaknya hasil dari hutan sarolangun sendiri berhasil menghipnotis serta membuat peserta yang hadir disana melirik produk asli sarolangun.
“Yang jelas produk kita yang di bawa ke Kalimantan yakni seperti madu, minyak kepayang, Minyak nilam, sabun kepayang, body lotion kepayang, minyak urut kepayang, “Katanya Misriadi
Meskipun cara pengelohan masih manual, namun KPHP Limau terus berupaya agar dalam pengelolaan bahan madu tersebut menjadi modern.
“ini tetap kita upayakan, dan insyaallah tahun depan kita sudah memiliki gedungnya terlebih dahulu, dan kami akan berupaya mengelola madu ini secara modern, “Katanya
Selain dari itu, Misriadi juga menyebutkan jika produk hasil hutan sarolangun yang dijaganya bersama warga sudah mendapat label halal dari MUI pada tahun 2016 lalu.
“BPOM bentar lagi akan keluar, dan saat ini sedang masih menunggu proses pendaftarana untuk legalitas dari BPOM sendiri, salah satu contoh seperti harga madu sudah mengikuti harga standar jaringan madun hutan indonesia. “Beber Misriadi
Dari kegiatan ini lanjut Misriadi, KPHP sudah berkontribusi untuk negara dengan bayar Pertambahan Nilai Bukan Pajak (PNBP), dan tentu ini disetorkannya pada Negara.
Saat ditanya kawasan hutan mana saja yang dijaga, Misriadi mengatakan hutan lindung bukit tinjau limau yang terletak di perbatasan Kecamatan Limun dan Batang Asai. (Ajk)
