Pria Depresi Habiskan Nyawa Ustadz, Polres : Ini Murni Penganiayaan

SERANG – Kepolisian Polres (Polres) Serang Kota bersama Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengklarifikasi peristiwa pembunuhan terhadap guru ngaji di Desa Dadu Agung, Gunung.

Jagatnt media sosial ramai informasi pembunuhan terhadap ustadz Samsudin dikaitkan dengan serangan PKI terhadap ulama.

Kepolisian menegaskan bahwa kabar yang tersebar di medsos adalah hoax dan itu murni penganiayaan.

Demikian dikatakan oleh Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi Priadinata saat konferensi pers di Mapolres Serang Kota Sabtu (4/5).

“Isu itu sangat menyesatkan, informasi tidak benar, yang sebenarnya adalah penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang yang dilakukan Romli warga Bogor yang depresi karena bercerai dengan istrinya,” katanya.

Lebih lanjut kata Edy, untuk motif masih didalami termasuk modus operandinya seperti apa. Yang jelas itu adalah penganiayaan sehingga yang tersebar bahwa adanya pembantaian ulama itu hoax.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak menyebar hoax,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Aditia mengatakan peristiwa ini murni tindak pidana penganiayaan yang mengakinatkan kematian. Pelaku terancam Pasal 338 dan/ 351 ayat 3 KUHP.

“Untuk penanganan proses pidana tersebut ditangani oleh Polsek Pabuaran dan kami Satreskrim Polres hanya membackup penanganan peristiwa tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan berita hoax yang tersebar, dituturkan Ivan saat ini kepolisian sedang menyelidiki. Apabila nanti ditemukan pelaku sengaja menyebarkan berita bohong, nanti akan ada ancaman pidananya.

“Kami akan mencari siapa penyebar konten hoax tersebut hingga sampai ke akarnya. Kami membutuhkan waktu lebih untuk mencari tahu siapa yang menyebarkan berita hoax tersebut pertama kali,” ucapnya.

Pelaku penyebar hoax jika ditemukan dan ternyata atas niat dengan sengaja menyebar, dikatakan Ivan maka melanggar pasal 413 UU ITE.

“Ancaman pidana kurang lebiblh 4 tahun penjara. Untuk mempermudah proses kita akan kirim bukti jejak elektroniknya ke laboratorium forensik Mabes Polri,” ucapnya mengakhiri.

Diketahui Ustaz Samsudin (44), warga Kampung Keramat Rt.02/02, Desa Dadu Agung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang tewas dibacok.

Pembacokan ini diduga dilakukan Romli Husen (32), warga Kabupaten Bogor yang bertamu ke rumah korban. Diduga pelaku mengalami depresi setelah ditinggal istrinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus itu bermula saat pelaku bertamu ke rumah korban pada Rabu (1/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Mengetahui pelaku berasal dari Bogor, korban meminta pelaku agar menginap saja di rumahnya.

Namun pada pukul 18.00 WIB, sebelum Magrib, korban dan keluarganya mendengar pelaku berteriak di dalam kamar mandi saat hendak mengambil wudhu. Korban berserta keluarganya kemudian mencoba menenangkan pelaku dan memberinya makan.

Pada pukul 04.00, istri korban menemukan Ustaz Samsudin sudah tergeletak di dapur dengan luka parah akibat bacokan senjata tajam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Pojoksatu.id

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033