JAMBI – Mengingat akan disekenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak mendatang, membuat pengamat politik Jambi, Mochammad Farisi angkat bicara, Rabu (17/7/19).
Dirinya menyampaikan, bahwa Pemilihan gubernur kali ini adalah tugas berat bagi seluruh kandidat yang ingin mencalonkan diri. Bertapa tidak dilihat dari pembangunan saat ini, Provinsi Jambi berada diposisi yang terpuruk, tidak ada pembangunan yang berarti hingga pertengahan tahun 2019 ini.
Artinya, ia menyebut semua kandidat yang ingin mencalonkan diri di Pilgub, itu harus benar-benar siap, dan mampu menunjukkan elektabilitasnya sebaik mungkin, serta memiliki Visi dan Misi yang bagus untuk membangun Jambi lebih baik lagi.
“Sebenarnya semua nama-nama kandidat yang diiming-iminkan ingin maju di Pilgub ini sama-sama memiliki peluang, baik itu dari masing-masing kepala daerah, para pendekar, aktifis dan yang lainnya. Semuanya kembali lagi ke diri masing-masing mereka,” kata Farisi saat dijumpai Dinamikajambi.com.
Saat disinggung soal Fachrori yang akan ikut mencalonkan diri kembali di Pilgub nanti ? Pengamat politik Jambi itu menyebut, bahwa berat bagi Gubernur aktif itu bisa menang.
Menurutnya, ada stikma Fachrori di bagian pemerintahan saat ini, tidak ada prestasi yang cukup membanggakan. Kemudian, hingga menjadi gubernur pun tidak ada sesuatu yang ditampilkan untuk menaikkan elektabilitasnya sebagai kepala daerah.
“Saya pikir berat, karena yang pertama ada stikma beliau di bagian pemerintahan tidak ada prestasi yang membanggakan. Selanjutnya sampai ia menjadi gubernur pun tidak ada perubahan yang dibuatnya melalui Jambi tuntas itu juga tidak ada, perubahan yang dibuat untuk mengembalikan pemerintahan Jambi menjadi lebih baik juga tidak ada.” imbuhnya.
Oleh karena itu, Farisi menyampaikan banyak beban yang akan ditanggung Fachrori, jika ingin maju di Pilgub.
“Jadi kalau menurut saya, Pak Fachrori ya cukup punya beban kalau mau maju. Karena pembangunan yang kemarin tidak berjalan maksimal, dan itu akan menjadi batu sandungan buat dia.” paparnya.
Namun meski demikian, Ia menyebut suara Fachrori akan berbalik arah, jika nanti disaat pemilihan Wakilnya tepat dan sesuai.
“Kalau pemilihan wakilnya pas misalnya, itu pasti juga akan menambah suaranya beliau. Tapi ya, balik-balik lagi siapa yang akan berpasangan dengan pak Fachrori.” pungkasnya.
(Nrs)
