KERINCI – Pemkab Kerinci, belum miliki tempat Karantina Pasien Reaktif Rapid Tes. Padahal sudah berulang kali dilakukan survei, ke lokasi yang baik dijadikan tempat Karantina.
Diketahui, alaupun telah berkali-kali dibahas, dalam rapat rutin tim Gugus Tugas dan melakukan survei ke sejumlah lokasi.
Baca juga : Kisruh 2 SMA di Kerinci dan Sungai Penuh, Sistem Zonasi Jadi Pemicu Utama
Tetapi hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci, belum juga menemukan lokasi dan tempat Karantina, bagi Pasien yang Reaktif.
Ada tiga tempat yang sudah di survei, yaitu Museum Kerinci di Danau Kerinci, Mes Pemda di Kayu Aro, dan tempat pembibitan ikan di Talang Kemulun.
Setelah di survei ketiga lokasi tersebut, terdapat banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan standar minimal. Contohnya seperti tidak memiliki MCK, Kipas Angin, dan TV.
Untuk memperbaiki dan menambah saran prasarananya, tentu membutuhkan biaya yang besar. Serta juga waktu yang cukup lama.
Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal mengatakan, ruang karantina sangat penting untuk pasien Reaktif Rapid Tes, sambil menunggu hasil swab keluar.
“Sebab, pasien reaktif Rapid test tidak mau digabungkan dengan pasien, yang telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka takut yang tadinya tidak terpapar, menjadi terpapar karena berdekatan atau satu ruangan. Serta berkontak dengan pasien yang terpapar,” katanya.
Alternatif Ruang RSUD Jadi Karantina
Oleh karena itu, bilangnya sebagai alternatif untuk ruang karantina, diusulkan agar menggunakan ruangan yang ada di RSUD MHA Thalib Kerinci. Walaupun sebenarnya pihak RSUD memiliki SOP tersendiri, terkait penanganan reaktif Rapid test ini.
“Sebenarnya kita dari Dinkes ketika ditemukan warga reaktif Rapid test, harus diisolasi di ruang karantina. Hal ini agar dapat memutus rantai Penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Nantinya hal ini akan segera disampaikan, kepada ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci, yaitu Bupati Kerinci.
Lihat juga video : Klik Disini
Selain itu, tim Gugus Tugas diminta segera membuat keputusan, sehingga semua pihak harus mengikuti keputusan tersebut.
“Idealnya ruang karantina yang harus disediakan sebanyak lima ruangan. Untuk itu kita minta tim Gugus Tugas dapat membuat satu keputusan, agar RSUD MHA Thalib bersedia menyiapkan ruangan karantina bagi warga, yang reaktif Rapid test,” tutupnya. (Jul)
