MUARO JAMBI – Akibat melanggar kesepakatan, puluhan mobil batubara dirusak warga dari jam 7 malam hingga 6 pagi, Sabtu (12/08/2018)
Dimana, mobil batubara di larang melintas jalan Pelabuhan Talang Duku tepatnya di Desa Kumpe yang berbatasan langsung dengan Kota Jambi dan Muarojambi.
“Memang mobil batu bara ini dak mau ikut aturan. Sudah di bilang jangan lewat diatas jam 6 pagi masih juga lewat,” teriak salah satu warga dalam kerumunan massa

Dari informasi yang dihimpun dilapangan ratusan warga awalnya minta mobil yang melintas diatas jam 6 pagi untuk berputar arah. Namun himbauan tersebut tidak di indahkan oleh sopir mobil batubara tersebut. Bahkan ada mobil yang dengan sengaja menerobos barisan warga.
Kericuhan mulai terjadi, warga dengan membabi buta menghancurkan mobil batubara dengan menggunakan kayu besi dan lain sebagainya, akibatnya di sepanjang jalan bertaburan pecahan kaca mobil.
“Kesabaran kami sudah habis, emang ini nian kendaknya,” ujar salah satu warga.
Akibatnya sekitar 28 mobil batubara dirusak warga. Hingga berita ini di lansir puluhan polisi terus berjaga jaga.
Berita lainnya : Masih Beroperasi, Sopir Angkot dan Grab Bentrok
Sementara itu, Kapolres Muaro Jambi, AKBP Maryono saat di jumpai awak media mengatakan, awal mula terjadinya keributan berasal dari sopir batubara yang menerobos lewat, sementara warga sudah mengingatkan agar tidak lewat.
“Awalnya warga meminta sopir batu bara berputar dan tidak melintas, tapi salah satu sopir tidak mengindahkan warga dan menerobos, di situ awal warga melakukan perusakan pada sekitar 20 mobil batu bara,” tutupnya
Menanggapi permasalah ini, Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro langsung turun untuk melerai perselisahan antara warga dan sopir batu bara.

“Mobil batubara tidak boleh lewat dulu, warga jangan terpancing,” tutup bupati. (Din)
