JAMBI – Sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo kepada seluruh Kepala Daerah berada di Indonesia, untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya pelayanan publik.
Guna melaksanakan amanat orang nomor satu di Republik Indonesia itu, Gubernur Jambi, Zumi Zola bersama Plt Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi melaksanakan Launching Call Center emergency dan serah terima kendaraan ambulance.
Namun anehnya, disaat Pemerintah tengah giat-giatnya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher, Apriyanto diminta mengundurkan diri, dengan alasan tidak bisa fokus dalam melaksanakan tugasnya di RS Pemerintah itu. Tak hanya itu, belakangan Apriyanto dikabarkan pula tak memiliki komunikasi yang baik dengan Plt Direktur RSUD RM, Iwan Hendrawan
“Apriyanto diminta mundur lantaran tak bisa fokus di RSUD RM. Dia lebih banyak beraktifitas di Rumah Sakit lain,” sebut sumber yang dapat dipercaya yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Plt Dirut, Iwan Hendrawan ketika di konfirmasi terkait kebenaran persoalan itu, mengatakan melalui ponselnya kepada dinamikajambi.com Jum’at (26/5) malam, bahwasanya hingga saat ini dirinya belum mengetahui kalau ada staffnya yang mengundurkan diri.
Ketika disinggung apa alasan Apriyanto mengundurkan diri jabatan yang tergolong vital itu, Iwan tetap saja mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan kabar.
“Dari mana informasi itu, kok saya belum tahu ya,” ujarnya.(wan)
