BERITA JAMBI – Pada peringatan HAM sedunia tahun 2020, Muaro Jambi menjadi saalh satu kabupaten yang menerima penghargaan peduli HAM. Di mana, ada beberapa yang di sampaikannya Presiden soal HAM di Indonesia kemarin.
Sebelumnya, Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro menerima Penghargaan Kabupaten/Kota peduli HAM tahun 2020 ini. Di mana acara di lakukan langsung di Aula Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jambi, Senin (14/12/20).
Baca juga : Muaro Jambi Raih Penghargaan Peduli HAM, 5 Kali Berturut-turut
Tampak hadir Bupati Tebo, Sukandar, Wakil Bupati Tanjabbar, Amir Sakib, Wabup Bungo, Safrudin Dwi Apriyanto, Wabup Kerinci, Ami Taher. Serta Pj Sekda Merangin, Hendri Maidalef. Dan Kabag Hukum dalam peringatan, yang berlangsung via zoom meeting.
Sementara itu, Pada peringtan HAM sedunia kemarin Presiden Jokowi menekankan perlindungan dan pemenuhan HAM, menjadi pilar penting bagi Indonesia.
Ia pun juga berjanji menuntaskan masalah pelanggaran HAM masa lalu, yang masih tertinggal.
“Pemerintah tidak pernah berhenti untuk menuntaskan masalah HAM masa lalu secara bijak dan bermartabat,” ujar Jokowi, Kamis kemarin (10/12/2020) di lansir dari Liputan6.com.
Selain itu, Jokowi menyoroti masalah kebebasan beribadah yang masih terjadi di beberapa daerah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta, agar aparat di pusat dan daerah menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
“Saya mendengar, masih ada masalah kebebasan beribadah di beberapa tempat. Untuk itu, saya minta agar aparat pemerintah pusat (dan) daerah secara aktif, serta responsif untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan bijak,” ucapnya.
Selanjutnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan, perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi pilar penting bagi Indonesia.
Tegaskan Komitmen Pemerintah
Untuk itu, dia menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan HAM masa lalu tersebut.
“Pemerintah tidak pernah berhenti untuk menuntaskan masalah HAM masa lalu, secara bijak dan bermartabat,” ujar Jokowi saat memberi sambutannya.
Dia mengaku telah meminta Menko Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud Md untuk menyelesaikan masalah-masalah HAM masa lalu itu.
Tak hanya itu, Jokowi juga ingin penyelesaian HAM masa lalu, dapat di terima semua pihak.
“Melalui Menko Polhukam, saya telah menegaskan agar penyelesaian masalah HAM masa lalu. Terus di lanjutkan, dan hasilnya bisa di terima semua pihak. Serta di terima dunia internasional,” ungkapnya.
Menurut Jokowi, komitmen pemerintah dalam penegakan HAM telah tertuang, dalam Perencanaan Aksi Nasional HAM 2020-2025.
Jokowi mengatakan bahwa hak sipil, hak politik, hak ekonomi. Serta sosial budaya masyarakat harus di lindungi secara berimbang, dan tidak ada yang boleh terabaikan.
“Kita harus bekerja sama menyelesaikannya, dan mencurahkan energi kita untuk kemajuan bangsa,” tuturnya. (Red)
