Menu Kering MBG Disoal, Ini Jawaban SPPG Adipura

MERANGIN – Menu kering MBG di awal bulan puasa menjadi sorotan publik di Merangin. Harga dinilai rendah dan disebut tak sesuai dengan porsi yang seharusnya diterima siswa.

Sorotan terhadap empat item menu MBG ini muncul di sejumlah sekolah, terutama di SDN 02 Bangko dan SD 115, yang ramai dibahas di media sosial.

“Telur, bolu, kacang dan jeruk jadi menu hari ini,” tulis warganet.

Sementara Ampera, salah warga Merangin dan sekaligus wali murid mengkritik menu di sekolahnya.

“Menu ini tidak lagi standar gizi. Dimana nilai gizinya. Tujuan MBG ini makan bergizi, tapi saya melihat tidak ada gizinya. Lebih banyak ke bisnis ketimbang gizi,” kata Ampera, Senin (23/2/2026) malam.

Jauh dari harapan, kata Ampera, wajar saja jika wali murid menolak MBG ini. Lebih baik, memberikan uang kepada wali murid.

“Terjamin kesehatan, menu gizinya lebih beragam dibanding dapur-dapur ini,” katanya.

Melihat menu itu, Ampera memprediksi harga berkisar Rp 6.000. Padahal, anggaran untuk setiap anak katanya Rp 10.000.

“Kalau dihitung secara apa kita, paling tinggi Rp 6000,” katanya.

Sesuai Harga

Menanggapi hal tersebut, Suryono, pengelola SPPG Adipura yang menangani penyediaan menu di dua sekolah tersebut yakni SD 02 dan SD 115, menyebut menu yang diberikan sudah sesuai standar untuk bulan puasa.

“Iya, itu menu standar kan puasa,” ujarnya.

Terkait jumlah dan harga, Yono—sapaan akrabnya—menjelaskan bahwa menu disesuaikan dengan dua kategori porsi, yakni porsi kecil Rp8.000 dan porsi besar Rp10.000 per menu.

“InsyaAllah sesuai harga dan di grup nasional seperti itu,” jelasnya.

Ia mengakui saat ini pihaknya masih melakukan penyesuaian dan mencoba variasi menu agar lebih sesuai dengan kondisi puasa, seperti menyediakan makanan olahan oven maupun alternatif lainnya.

Disinggung soal roti yang ramai disebut tak sesuai standar gizi maupun harga, Yono kembali menegaskan bahwa menu sudah sesuai ketentuan.

“InsyaAllah sesuai. Sebenarnya ada yang pakai pabrikan, seperti roti Marie. Tapi kita belum berani. Saat ini, kami pakai roti UMKM saja,” katanya.

Yono menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi ke depan.

“Kita masih butuh evaluasi lagi untuk lebih baik,” tutupnya

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page