BERITA JAMBI – Meski tak lagi beroperasi, Eks Arena MTQ Jambi masih ramai pengunjung. Tak ayal, tempat bersejarah itu di jadikan Jogging Track oleh masyarakat, sembari menikmati pemandangan rumah adat di Jambi.
Sempat menjadi primadona, eks arena MTQ Jambi kini tinggal puing-puing sejarah. Betapa tidak, di sepanjang jalur tersebut masih tersisa anjungan rumah adat dari 11 Kabupaten/Kota di Jambi.
Baca juga : Oknum Pegawai Kantor Camat Pamenang Barat Masukkan Guru Sebagai Penerima Bantuan JPS Pemprov Jambi?
Kendati demikian, tempat yang pernah menjadi tuan rumah, Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional pada tahun 1997 itu, masih ramai pengunjung.
Benar saja, banyak warga yang memanfaatkannya sebagai pusat olahraga dengan pemandangan rumah adat Jambi. Terkhusus menjadikannya jogging track. Seperti salah satu penuturan Arief, warga Mendalo Darat Muaro Jambi.
Ia menyebutkan, tiap akhir pekan merupakan rutinitasnya, untuk melakukan aktivitas olahraga di tempat bersejarah itu. Meskipun, jarak tempuh dari Mendalo Darat ke Komplek Eks Arena MTQ, memakan waktu kurang lebih satu jam.
Lantas, mengapa rela jauh-jauh untuk sekedar berolahraga, sementara tempat olahraga publik lainnya ada yang lebih dekat?
Edukasi Si Buah Hati
Bukan tanpa alasan, salah satu ASN ini mengatakan, sembari berolahraga tempat itu juga di jadikan edukasi bagi sang buah hati.
“Dak apo-apo bang, memang jauh dari Mendalo kesini. Padahal, bisolah olahraga yang lebih dekat, misal di Kantor Gubernur. Tapi, kito sengajo milih di sini. Jadi, kito biso memperkenalkan rumah-rumah adat ini ke anak-anak,” bilangnya, Sabtu (11/09/2021) sembari beristirahat.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, eks arena MTQ juga menyisakan ingatan di benaknya semasa belia. Pun serupa, semasa belia Ia pun sering di bawa orangtuanya berkunjung ketempat tersebut.
“Nostalgia jugo sewaktu SD juga, dulu orangtuo sering bawa kami kesini. Masih ingat, dulu naik mobil kijang kotak koset, dengan abang adek. Tahun 97, sayo masih ingat tempat ini jadi tuan rumah MTQ. Kalau tidak salah, zaman Gubernur Abdurrahman Sayoeti,” tambahnya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Di samping mengenang masa lalu, Ia juga berharap kedepannya tempat bersejarah ini kembali di tata. Bilangnya, selain memiliki nilai sejarah, eks arena MTQ juga berada di pusat kota yang strategis.
“Sayang sih di pikir-dipikir. Biso jugo di buat jadi pusat UMKM kearifan lokal gitu, ini kan banyak anjungan. Jadi, anjungan itu biso di buat berupa outlet, misal outlet souvenir atau makanan tradisional gitu.” tutupnya. (Tr01)
