JAMBI – Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Jambi adakan kegiatan seminar memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, Sabtu (21/12/2019).
Ketua panitia, Erik Kandesa dalam laporannya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada PetroChina yang telah mendukung dan memberi dukungan sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan.
“Mestinya kegiatan ini akan dilaksanakan pada 9 Desember 2019, karena ada beberapa kendala dan pertimbangan sehingga acara ini bisa kita laksanakan hari ini,” ucapnya.
Erik menambahkan acara ini sudah mengundang keterwakilan kampus yang ada di Kota Jambi, organisasi paguyuban dan Cipayung+ masing-masing 5 sampai 10 utusan lebih.
Indro Miko Ketua Umum Lisuma Jambi menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini sangat banyak yang hadir.
“Saya selaku Ketua Umum, sangat berterima kasih kepada undangan yang telah hadir,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini tambah Miko, sengaja di ambil tema “Optimalisasi penegakan hukum dalam memberantas korupsi di Jambi”.
“Karena di Jambi hari ini dilanda musibah kasus korupsi pengeshan RAPBD 2017-2018,” katanya.
Ia yakin, kawan-kawan mahasiswa yang berada disini pasti antusias untuk mengawal dan membantu penegak hukum untuk memberantas korupsi yang berada di Provinsi Jambi, dan melalui forum ini, Miko mengajak semua untuk bisa bersama-sama mencegah terjadinya korupsi.
“Korupsi ini musibah, contoh kasus (OTT,red) ketok palu kemarin, secara politik, ekonomi dan sosial banyak pihak yang di rugikan, pembangunan jadi stagnan. jadi sebelum ini terjadi ini harus kita cegah, kami dari Lisuma Jambi siap untuk bermitra dengan penegak hukum dalam hal ini,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini hadir pemateri dari Kapolda Jambi yang diwakili oleh AKBP Ade Dirman, SH, MH, Kasubdit Tipikor Kapolda Jambi, dan hadir pemateri Saiful Roswandi, S. PD. I, MH.
“Kami juga sudah undang Pengadilan Negeri Jambi, Badan Pengawas Keuangan RI Provinsi Jambi, tapi ya belom berkesempatan hadir,” ucapnya.
(Paw)
