Lama Menghilang, Aktifis Jambi Ini Somasi Pejabat Lampung Timur

JAMBI – Lama menghilang dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Aktifis senior, Tajri Dannur dikabarkan tengah berseteru dengan salah satu oknum pejabat di Pemerintahan daerah. Sekjen DPD AMTI Jambi, Tajri Dannur bahkan mengancam sang birokrat, Busman Zainudin bila tidak menarik pernyataannya di jejaring sosial.

Kepada dinamikajambi.com melalui telepon selulernya, Tajri atau juga kerap disapa Memet mengaku tengah bermasalah dengan oknum pejabat yang disebutkan pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan di Lampung Timur itu. Busman rupanya membuat pernyataan yang tidak tepat dan dianggap menghina Marwah Alumni Pondok Pesantren Darussalam.

“Selaku alumni ikatan keluarga pelajar ponpes Darussalam Jambi, saya minta Busman menarik ucapan tersebut, dan minta maaf kepada seluruh alumni ponpes Darussalam, karena itu sangat menghina almamater dan alumni” kecamnya.

“Kalau tidak, ya, kita akan somasi” sambungnya

Ponpes Darussalam yang berada di Kab. Lampung Selatan (dulunya) salah satu ponpes terbesar yang ada di Sumatera. Sejak keberadaannya, ponpes ini sudah banyak melahirkan tokoh maupun pejabat yang tersebar di berbagai daerah.

Bagi pelajar dan alumni ponpes Darussalam. Istilah “ibu” sering digunakan sebagai kiasan terhadap Pondok pesantren. Dan istilah “anak” kiasan untuk para pelajar dan para alumni.

Dalam hal ini, TD dan para alumni, menyayangkan statmen yang ditulis Busman terkait ponpes yang harusnya dihormati.

Pasalnya, Busman menyatakan “Kalau ibu sedang sakit, idealnya anak harus mengobati, bukan ribut dan sibuk minta warisan,” saat berkomentar di status facebook seorang alumni.

“Apa maksud Busman?, Siapa yang ribut dan minta warisan?” tanya TD menentang pernyataan Busman.

”Setahu saya, dia itu (Busman) pernah di bui kasus korupsi, dia paham tradisi yang yang ada di Ponpes, kenapa dia bicara seperti itu.” ujar TD menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *