Lagi, Hamas Lantik Tim Khusus Untuk 4 Kecamatan

MERANGIN – Pasangan calon kuat Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Mashuri (Hamas) kembali melantik tim pemenangannya.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini untuk tim khusus dari 4 Kecamatan yaitu Tabir, Tabir Ilir, Tabir Lintas dan Margo Tabir.

Tidak kurang 500 orang mantan tim pemenangan Syukur-Fauziah (Syufi) pada Pilkada 2013 lalu yang dilantik Al Haris, Sidolego, Tabir Lintas, Minggu (29/4).

H Khaidir, dalam laporannya mengatakan tim khusus tersebut cikal bakalnya merupakan tim Syufi 2013 lalu.

“Tim ini cikal bakalnya tim Syufi lalu. Walau tidak 100 persen, namun lebih 80 persen sudah gabung ke Hamas dan siap memenangkan Hamas,” kata H Khaidir.

Sementara itu, mantan tim pemenangan Syufi, H. Umar Jaya, mengatakan bahwa Hamas adalah pilihan yang pantas memimpin Merangin periode yang akan datang.

“Beliau tidak pendendam, dulu kami semunya lawan politik beliau. Coba lihat sekarang banyak lawan Politiknya menduduki jabatan penting di pemerintahan,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Umar, dimasa kepemimpinan Al Haris juga banyak kemajuan. Sebab itulah pihaknya yang dulunya lawan politik bertekat memenangkan Hamas pada Pilkada ini.

Semantara Al Haris atau yang akrab dupanggil Wo Haris dalam sambutannya mengatakan Hamas adala pilihan yang tepat, karena Hamas mengingat rekam jejak pembangunan dimasa menjadi Bupati harus dilanjutkan demi Merangin yang lebih mantap.

“Mari lanjutkan pembangunan Merangin yang lebih mantap lagi, mari kita memberikan sumbangsih untuk pembangunan Merangin dengan mencoblos nomor 2 pada 27 Juni 2018 nanti,” katanya.

Wo Haris mengharapkan agar tim pemenangannya berpolitik santun, beretika dan tidak menjelekkan tim lain. Walau saat ini setiap hari dirinya difitnah, disebutnya membangun Merangin tidak perlu dengan cara tidak terpuji tersebut.

“Jangan menfitnah, mencela calon lain. Walau setiap hari orang memfitnah saya, orang Merangin ingin membangun Merangin tidak perlu dengan cara seperti itu, tapi dengan cara yang beretika,” katanya.

“Jadi bupati bukan menjadi orang yng berkuasa, penuh kesombongan, tapi menjadi pelayan masyarakat. Kita ingin menang tidak merusak orang, tidak memfitnah, tapi benar-benar karena keingin masyarakat,” pungkasnya.(Cra)