Ketika Perahu dan Air Jadi Kunci Income PTPN VI di Lahan Gambut

BERITA BISNIS – Menjadi pionir tunggal Perkebunan di lahan gambut lingkup PTPN VI, PT Mendahara Agro Jaya Industri (MAJI) siasati angkutan perahu kanal genjot keuntungan alias cuan perusahaan.

Resmi diakuisisi oleh PTPN VI sejak tahun 2012 silam, PT MAJI berada di lahan gambut seluas 3.231,95 Ha. Terhitung pada tanggal 08 Juni 2022 lalu, bergabung dengan PTPN VI sebagai Unit Usaha Lagan, memiliki 230 orang karyawan.

Melalui itu, 99% saham Unit Usaha Lagan berada dalam kepemilikan PTPN VI. Unit ini berlokasi di Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Hal ini terungkap saat kegiatan hari kedua Media Gathering PTPN VI Selasa (14/6/2022), mengangkat tema ‘PT Mendahara Agro Jaya Industri dalam Bingkai Core Values ‘AKHLAK’.

PTPN VI sendiri menanamkan Core Values atau Nilai Utama AKHLAK yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

Media Gathering hari kedua ini, puluhan wartawan turun ke anak perusahaan PTPN VI, ke PT MAJI atau Unit Usaha Lagan.

“Berupa merger, guna efektifitas kerja dan manajemen,” ungkap Achmedy Akbar, Sekretaris Perusahaan PTPN VI saat membuka pemaparan materi

Optimalkan Laba Dengan Angkutan Perahu, Bagaimana Bisa?

Meski dalam situasi dampak global ekonomi Covid-19, dari tahun 2020 hingga 2021 silam, unit usaha tersebut berhasil genjot angka produksi sebesar 6,89 %. Tata kelola air, perahu dalam AKHLAK menjadi kunci peningkatan tersebut.

Mulai dari tahun 2020. Unit Usaha Lagan kala itu berhasil mencapai angka produksi sebesar 20.668 Ton. Sedangkan pada tahun 2022, produksi sebesar 22.092 ton atau naik 184,57 Ton.

Nazarsyah Hutagalung, Manager Operasional Unit Usaha Lagan menuturkan, capaian tersebut terjadi oleh karena beberapa faktor. Diantaranya, manajemen tenaga kerja, pemilihan bibit & pupuk, hingga tata kelola kadar air di areal gambut.

“Standar KLHK 0,7 kadar air, tetapi kita sengaja di angka 0,4 ini untuk menjaga kualitas tanaman. Jadi, tidak rentan dengan kebusukan akar,” beber Galung, sapaan akrabnya.

Media Gathering PTPN VI ke Unit Usaha Lagan
Nazarsyah Hutagalung, Manajer Operasional Unit Usaha Lagan

Alih-alih hambatan beroperasi di lahan gambut, pihaknya malah menjadikannya sebagai peluang penambah keuntungan, alias ‘cuan’. Proses Adaptif dan Kompeten dari AKHLAK, jadi kunci manajemen.

Saat proses panen, perkebunan ini memanfaatkan perahu kanal non BBM mengangkut TBS Sawit. Perahu kanal dinilai efisiensi biaya serta ramah lingkungan. Dengan begitu, perusahaan bisa memangkas biaya operasional BBM dan perbaikan jalan.

Baca Juga : Kelola Air di Lahan Gambut, Cara PTPN VI Meraih Cuan di Unit Usaha Lagan

“Kapasitas langsir perahu, bisa mengangkut 2,5 ton TBS. Kami melihat ini terjadi efisiensi biaya operasional, berbeda dengan jalur darat. Tentu, jalur darat lebih memakan biaya tinggi, misal BBMnya saja sudah berapa,” jelasnya.

Terhitung 4 bulan berjalannya RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2022, pada April lalu pihaknya telah mampu meraup keuntungan sebesar 838 juta rupiah.

Tata Kelola Air 

60 persen operasional Unit Usaha Lagan di air ini, menjadi fokus utama. Dari kegiatan panen dan pemupukan, manajemen juga menjalankan tata kelola air.

Hal ini juga untuk mengantisipasi banjir maupun kekeringan yang bisa berdampak buruk pada tanaman sawit.

Manajemen menyiapkan pompa untuk tata kelola air ini sekaligus menara pantau serta petugas patroli. Hal ini sekaligus mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Corporate Social Responsibillity

Sebagai perusahaan BUMN yang menjunjung tinggi core values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif), pihaknya terus mengedepankan prinsip Good Corporate.

Karena itu, kehadiran PT MAJI memberikan dampak positif melalui program Corporate Social Responsibillity (CSR). Adapun program CSR, meliputi sektor infrastruktur, sosial, hingga keagamaan.

“Contohnya, bantuan bencana kebakaran di desa Kampung Lama, bantuan beras 2 ton di desa Sungai Tawar. Lalu, sound sisten Masjid Haqulyaken, bantuan beras pada masyarakat pra sejahtera. Kemudian, material perbaikan jalan di Blok A,” bilangnya.

“Pemkab pernah meminta, kita hadir sebagai percontohan TBS tanah gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.” timpalnya.

Areal Konservasi

Kemudian menariknya, guna memastikan kelestarian flora dan fauna, perusahaan ini juga memiliki areal konservasi (ISPO) seluas 9 Ha. Seperti pantauan di lapangan, terdapat tanaman hutan, selaras dengan lintasan kanal perusahaan.

Baca Juga : Kelola Air di Lahan Gambut, Cara PTPN VI Meraih Cuan di Unit Usaha Lagan

Menariknya, areal konservasi itu satu-satunya di perkebunan sawit HGU di Jambi.

Uniknya, lahan konservasi ini jadi hidup fauna langka, yakni spesies Kera Putih dan Bangau. Selain itu, areal ini juga berfungsi melepasliarkan hewan melata, yang kerap memasuki pemukiman warga dan karyawan.

“Masih ada sejenis Kera Putih dan burung Bangau. Tantangan kita disini, hewan melata atau ular kerap masuk ke pemukiman. Jadi, kita tangkap dan dilepaskan di areal konservasi.” sambungnya.

(Rpa)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube