TANGGAMUS – Sifat Kanibal Gajah-gajah liar yang menewaskan mbah Surip (70) yang dibunuh dengan cara dikunyah hidup-hidup menjadi berbagai bagian menjadi teror besar belakangan ini di wilayah Suoh Kabupaten Lampung barat dan Bandar Negeri Semong Kabupaten Tenggamus.
Tidak masuk akal sehat dan menjadi pertanyaan besar mengapa hewan mamalia itu berubah menjadi monster dan predator mematikan.
Viral diberitakan sebelumnya kawanan Gajah berkeliaran di Pekon Roworejo Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat (Lambar), namun pada Selasa (3 /7/18), sekitar pukul 03.30 Wib dini hari, merusak rumah milik Surip (70), di Talang Marno Blok 6 Hutan Lindung Register 39 Kota Agung Utara Kecamatan Bandar Negeri Semong Kabupaten Tanggamus, hingga jasad Mbah Surip terurai berbagai bagian dan sangat mengenaskan.
Kejadian tersebut mengakibatkan pemilik rumah Surip meninggal dengan cara cukup mengenaskan dengan kondisi berantakan dan organ tubuh korban berceceran.
Menurut Ujang warga setempat Sekitar pukul 03.00 Wib, kawanan Gajah mencari makan di seputaran wilayah tersebut. Kedatangan gajah dinihari tersebut, membuat warga keluar dari rumah untuk berjaga-jaga.
Segerombolan Gajah itu berhasil mengepung seputaran pekarangan rumah milik Surip dan memakan dan merusak tanaman milik korban. Melihat hal tersebut, korban bermaksud mengusir segerombolan Gajah itu. Namun apa hendak dikata mbah Surip juga tewas.
“Ya mbah Surip tewas dengan cara dikunyah oleh kawanan Gajah, dan kondisi terakhir jasadnya terurai hingga menjadi bagian bagian kecil,” ucap Ujang dilansir Lampung1.com
Peristiwa ini ramai menjadi pembicaraan masyarakat, dan menyesalkan hingga harus ada yang tewas oleh kawanan Gajah
Hingga berita ini dilansir kembali warga setempat menyampaikan bawasanya mohon perlindungan oleh instansi terkait supaya hewan mamalia itu tidak arogan lagi.
“Saya yakin bila Gajah itu masuk pemukiman manusia tidak dapat terelakan jika akan muncul mbah Surip lainya sebagai korban. Suasana mencekam mas, ditangkap ajalah Gajah itu bawa ke lingkungan Way Kambas,” ujar warga setempat
