JAKARTA – Baru-baru ini, Karyawan Nokia diduga meninggal karena virus Corona. Jubir Nokia pun angkat bicara.
Nokia membantah kabar yang beredar hari ini, bahwa salah seorang karyawan sub-kontraktornya meninggal karena diduga virus corona.
“Pada hari Selasa 10 Maret, Nokia diberi tahu bahwa salah satu karyawan subkontraktor kami telah meninggal dunia. Tim kesehatan dan keselamatan kami melakukan penyelidikan menyeluruh dan menerima konfirmasi dari otoritas kesehatan terkait bahwa karyawan tersebut menderita penyakit yang tidak terkait dengan COVID-19,” ujar juru bicara Nokia, dikutip dari Pojoksatu.id yang melansir Antara di Jakarta, Rabu (11/3).
Baca juga : Hingga Kemarin, Orang Tertular Virus Corona Capai 98.192
Baca juga : Polres Kerinci Ringkus 1 orang diduga Pengedar Narkoba
Baca juga : Perselingkuhan Oknum Hakim dan Caleg Merebak, Istrinya Membenarkan?
“Untuk menghormati almarhum dan keluarga, Nokia tidak akan membagikan rincian lebih lanjut mengenai hal ini,” lanjutnya.
Hal ini memicu rumor, bahwa karyawan tersebut meninggal karena virus corona.
Sementara itu, sesuai dengan kebijakan Nokia global, dan mengingat pengumuman dari pemerintah tentang peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia, Nokia memutuskan untuk melakukan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan dengan melakukan disinfeksi penuh kantor Nokia di Menara Mulia.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari ini, dan karyawan disarankan untuk bekerja di luar kantor selama kegiatan disinfeksi berlangsung.
Selain kegiatan pembersihan dan sterilisasi kantor, hingga saat ini, Nokia juga telah mengambil berbagai langkah di sejumlah negara, termasuk tindakan seperti membatasi perjalanan, bekerja dari rumah, dan dalam beberapa kasus mengkarantina diri sendiri.
“Kesehatan dan keselamatan karyawan kami selalu menjadi prioritas utama kami dan karenanya, kami memantau situasi dengan cermat untuk memastikan keselamatan karyawan kami,” tuturnya. (*)
