Jeritan Perempuan Memanggil

Jeritan Perempuan Memanggil

Pada aksi penolakan Omnibus Law dan UU Cipta Kerja pada 8 oktober 2020, di lapangan Gubernur Jambi, di tengah massa aksi. Pada saat aksi, saya jadi salah seorang perempuan yang kemudian berorasi untuk menyampaikan orasi.

Kami mahasiswa sebagai corong aspirasi rakyat menolak secara tegas keputusan DPR yang mengesahkan UU Omnibus Law yang tidak pro rakyat.

Bahwa hal tersebut adalah bentuk pengkhianatan Dewan Perwakilan Rakyat kepada rakyat. Untuk semua mahasiswa yang menegakkan keadilan. Terlebih untuk seluruh mahasiswa pergerakan dengan memperlihatkan bahwa perempuan siap ikut serta dalam barisan Perlawanan atas ketidak adilan dan perlu diketahui bahwa pergerakan perempuan itu berpengaruh besar terhadap perubahan.

Baca Juga : Omnibus Law Cipta Kerja, Melahirkan Perbudakan Dalam Profesi

Baca Juga : Tak Cabut UU Cipta Kerja, Orang-Orang Ini Ancam Beberkan Wanita dan Lelaki Simpanan DPR

Saya dan semua kita berharap akan muncul aktivis – aktivis dari kaum perempuan dengan lantang dan gagah berani tampil menjadi tokoh gerakan yang visioner.

Ayo Para kaum perempuan keluarkan suara lantang kalian. Kita buktikan bahwa kita bukan hanya mampu meneteskan air mata. Namun semua kita bisa berteriak lantang untuk menuntaskan misi perjuangan sebagai kaum intelektual yang dipundak kita terdapat amanah dari para masyarakat Indonesia.

#Stop posting insta story ayo suarakan suara lantang kalian untuk ciptakan gen gen Kartini masa depan

Jeritan Perempuan Memanggil, Oleh : Dini Rantiwi

Fakultas FKIP Unbari

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube