BERITA JAMBI – Jalan Lintas Sumatera, tepatnya kilometer (KM) 14 Pondok Meja Muaro Jambi, menjadi sorotan Anggota DPRD Provinsi Jambi, pasca di terjang banjir pada Minggu, (31/11/2021).
Usai di singgung oleh Anggota Dewan, Balai Penyelenggaraan Jalan Nasional (BPJN) lakukan peninjauan ke Jalan KM 14 Muaro Jambi tersebut.
Sebelumnya, hujan deras yang guyur Jambi pada Minggu lalu, sebabkan banjir di Kilometer 14 Lintas Sumatera Jambi-Palembang. Tak ayal, banjir tersebut juga mengakibatkan kemacetan yang mengular.
Sampai-sampai, hal ini juga mendapat sorotan dari anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata.
Usai disinggung dewan, Balai Penyelenggaraan Jalan Nasional (BPJN) I lakukan peninjauan. Edi, Satuan Kerja BPJN menjelaskan, banjir tersebut terjadi karena kurang memadai nya sistem drainase yang ada.
Ditambah lagi, bilangnya, postur jalan lintas tersebut memiliki cekungan. Yang mana, daerah rendah dari cekungan itu, ketika di guyur hujan berpotensi menjadi genangan air.
“Kita lakukan peninjauan, dan kita sudah amati. Kuncinya adalah, bagaimana kita bisa menyediakan saluran pembuangan yang cukup, dan ideal. Nah, artinya, dimensi, lebarnya, kedalamannya sampai arah pengalirannya mesti ideal,” tukas Edi, Selasa (02/11/2021).
Realisasi Tahun Anggaran 2022
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, di lokasi tersebut masih terdapat sistem drainase yang belum memadai. Tak ayal, untuk menjawab persoalan tersebut, akan di bangun drainase sepanjang 100 meter.
Guna persiapan pembebasan lahan dan proses penganggaran, Edi menuturkan, realisasi pembangunan drainase bakal di lakukan pada Tahun Anggaran 2022 mendatang.
“Alokasi anggaran, kita harus programkan dulu. Mudah-mudahan, kita alokasikan pada tahun depan. Karena, kalau di tahun ini kan sudah mau habis,” tambahnya.
Proses Pembebasan Lahan
Terpisah, hal ini juga mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. Ivan menuturkan, yang menjadi kendala selama ini adalah proses pembebasan lahan. Apalagi, bilangnya, pada rencana jalur drainase itu dilintasi oleh sejumlah areal perusahaan.
Melihat hal tersebut, Politisi Golkar ini menjelaskan, telah menjalin komunikasi pada pihak perusahaan. Di mana, Ia mengharapkan agar Perusahaan dan Pemerintah Desa setempat dapat saling bersinergi.
Betapa tidak, usai di guyur hujan deras beberapa jam, sejumlah rumah warga menjadi langganan banjir. Lagi-lagi, hal ini juga mengganggu aktivitas transportasi. Mengingat, berada di jalan lintas yang menghubungkan 2 Provinsi.
“Nah ini, kan ada kendala di pembebasan lahan. Sementara, pada desain drainase tadi, dilintasi oleh tanah perusahaan. Jadi, melihat hal itu, kedepannya kita akan berkordinasi dengan mereka. Memang, tadi sudah saya telepon, dan ini perlu di kawal juga oleh Pemerintah Desa setempat,” ungkap Ivan Wirata. (Tr01)
