Insiden Kedatangan Prabowo ke Jambi Dipicu Kedatangan Sandiaga?

JAMBI – Tak ada asap bila tak ada api. Mungkin begitulah gambaran pada larangan 11 nama masuk arena kedatangan Prabowo, Kamis (14/3) yang terus jadi sorotan. Berbagai pertanyaan muncul, salah satunya soal persaingan ke DPR RI.

Insiden kader sekaligus Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra dengan sejumlah pria berpakaian batik, jelas menimbulkan kontroversi. Bagaimana mungkin, sesama partai malah saling sikut? Bukankah mereka seharusnya saling dukung dan bahu membahu memenangi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno?

“Kita malulah. Kita mau menangkan Prabowo, bukan jegal menjegal. Menangnya Prabowo tu dari kerjasama yang baik. Kerjasama tim. Bukan dari sikut menyikut. Itu yang kita sayangkan,” bilang Ritas Mairiyanto Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi itu.

Berita Terkait : Sutan Adil Hendra Terbelit 2 Kasus, Pengamat : Blunder, Berbahaya

Memang tak masuk akal. Tapi kenyataan demikian, 11 nama yakni Murady Dharmansyah, Ritas Mairiyanto, Budiyako, Bustami Yahya, Masyita, H Ali, Gulo Brosul, Ellya, Raflis, Zulkarnaen, dan M. Ravicky dilarang masuk. Hanya memang, Murady tampak kemudian duduk di barisan.

Pelarangan 11 nama ini lantas dikaitkan dengan persaingan menuju DPR RI. Dimana santer terdengar, agresifnya Murady membuat gerah pesaingnya. Apalagi, mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 itu tak hanya gigih meraih dukungan pemilih, juga getol merangkul para kader Gerindra.

Berita Terkait : Kedatangan Prabowo di Jambi Diwarnai Protes, Ritas Mairiyanto : Memalukan

Membawa Sandiaga Salahuddin Uno ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah pada 23 Januari lalu, jelas membuat popularitas Murady melejit. Ia juga yang menarik perhatian dengan membawa Rocky Gerung meski akhirnya terhalang lantaran sakit.

Berita Terkait : Perjuangan Murady Bawa Sandi ke Jambi

Lantaran jaringan kuat mendatangkan 2 nama besar itu, santer di kalangan politik sebagai pemicu insiden saat kedatangan Prabowo pekan ini.

Saat itu, Ketua Rumah Sandi Uno Indonesia, Murady dan Ketua Dewan Pembina Rumah Sandi Uno Indonesia, Ritas Mairiyanto mengelar konfrensi pers sebagai jawaban atas klaim kedatangan pendamping Prabowo di Pilpres itu.

“Kami perlu jelaskan disini, bahwa kedatangan beliau itu, untuk kali ini adalah relawan. Jadi tidak ada, bukan membawa partai, tapi partai kita undang semua. Khusus untuk kali ini, beliau sebagai pelaksana adalah relawan,” kata Ritas, politisi muda Gerindra itu.

Tak berselang lama, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Sandi Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra membalasnya.

Menurutnya, setiap agenda politik yang melibatkan pasangan capres di Jambi, seharusnya dikoordinasikan dengan BPD. Karena badan tersebut terdiri dari partai koalisi yang bersama-sama menginginkan kemenangan Prabowo-Sandi sebagai presiden.

“Jangan mencari panggung sendiri-sendiri,” kata SAH pada awak media melalui selulernya.

Berita Terkait : Perang Klaim Kedatangan Sandiaga Uno ke Jambi, Sutan Adil Atau Murady

Aroma persaingan juga mengarah pada peta suara diantara keduanya. Dimana, Kerinci dan Sungai Penuh yang menjadi lumbung suara SAH pada 2014 lalu, ternyata tergerus dengan kehadiran Murady.

“Sudah pasti itu salah satunya. Kerinci dan Sungai Penuh lebih memilih Murady, putra daerah. Itu baru internal. Belum dari luar partai,” sebut salah satu kader Gerindra yang tak mau namanya disebutkan.

(Erw)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube