JAMBI – Anggaran keuangan Negara menipis. Kondisi stadion KONI Provinsi Jambi yang kini tengah porak-poranda terancam tak dapat diperbaiki.
Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa kondisi stadiun Tri Lomba Juang KONI Provinsi Jambi, sangat memprihatikan.
Baca juga : Sandi di Koni Provinsi Jambi, Semua Tim Sampaikan Pernyataan Sikap
Atap stadion yang mulai lapuk, dikhawatirkan akan roboh jika diterpa angin kencang.
Seperti yang disampaikan Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armendaris beberapa waktu lalu, bahwa pihaknya tak bisa lakukan perbaikan terhadap stadion karena tidak memiliki anggaran.
Sementara itu, KONI sendiri saat ini tidak lagi memiliki anggaran, dimana semua dana sudah dilimpahkan sepenuhnya kepada Dinas Pemuda dan olahraga di setiap Provinsi.
Sedangkan untuk perbaikannya, Pemerintah Provinsi Jambi, dalam hal ini Dispora menyebut KONI bukanlah merupakan aset pemerintah.
“Kondisi stadion kita kini sangat memprihatikan, ini lama-lama bisa roboh.” Kata Indra.
Terpisah, saat kunjungan kerja Komite III DPD RI di rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (18/02/2020) permasalahan Gedung KONI kembali dibahas.
Dikatakan Sum Indra, selaku anggota komite III DPD RI dapil Provinsi Jambi menyebut, pernah mengusulkan ke Menpora terkait perbaikan KONI Provinsi Jambi.
Namun, Menpora menyebut saat ini tidak memiliki anggaran penuh untuk memperbaikinya, sedangkan anggaran yang ada untuk persiapan PON mendatang.
“Kita sudah usulkan untuk perbaikan KONI, termasuk KONI Provinsi Jambi. Tapi Menpora mengatakan saat ini tidak ada anggaran,” sebut Sum Indra di hadapan tamu undangan yang hadir.
Oleh karena itu, dirinya mengatakan hal ini perlu menjadi koreksi bagi semuanya. Karena diakui saat ini anggaran negara memang tengah tidak baik.
“Ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi semua Negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang kurang baik.” Ujarnya.
Hal tersebut juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi di China, dimana saat ini sedang tidak baik akibat maraknya Virus Corona.
“Ini juga karena kita masih tergantung dengan China, sedangkan China saat ini hanya mendapatkan 3 persen pertumbuhan ekonominya. Apalagi sekarang sedang ada Virus Corona,” jelasnya.
Dampak tersebut berimbas kepada Indonesia, dimana RI memang sangat membutuhkan amunisi dari Negeri Panda itu.
“Oleh karena itu, ekonomi Indonesia juga kena imbas Akbit dari pertumbuhan ekonomi dari China tersebut,” tukasnya. (Nrs)
Lihat juga : Klik Disini
