BERITA JAMBI – Heboh, Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan atau AMDK Arthess Jambi bakal PHK 50an Karyawan. Benarkah, hal ini disinyalir karena tak masuk kerja pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Lantas, mengapa kebijakan ini diambil?. Heboh PHK Ini Jawaban Humas Arthess Jambi.
Sebagaimana beredar kabar, salah satu Perusahaan AMDK di Kota Jambi bakal PHK 50an karyawan usai libur lebaran.
Belakangan, hal ini lantaran karena karyawan tersebut bersikukuh untuk tidak masuk kerja pada H-1 Lebaran.
Sementara, Pabrik AMDK Arthess besutan PT Lingga Harapan itu, mengambil kebijakan untuk tetap masuk kerja pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah ini.
Pun, hal ini di benarkan oleh Dar selaku Humas AMDK Arthess, yang mana kebijakan yang di ambil Perusahaan selaras dengan aturan Pemerintah soal Covid-19.
Baca Juga : Habis Lebaran, Puluhan Pekerja Arthess di PHK Gegara Hal Ini
“H-1 itu mereka menuntut tidak bekerja, sedangkan Perusahaan menuntut supaya masuk kerja. Kan, kami dari Perusahaan mengikuti aturan dari Pemerintah, menjalankan aturan dari Pemerintah, kan Covid-19,” beber Dar.
Ikut Aturan Pemerintah, Tidak Bisa Libur?
Lebih lanjut, Dar juga menjelaskan, langkah pelarangan Libur di H-1 Hari Raya Idul Fitri itu semata-mata karena mengikuti aturan dari Pemerintah soal Covid-19.
Yang mana, Ia membenarkan, Pabrik AMDK Arthess besutan PT Lingga Harapan itu tidak memberlakukan Libur di H-1 Hari Raya Idul Fitri.
Namun apa daya, kurang lebih 50an karyawannya tetap membandel untuk bolos kerja di H-1 Lebaran itu. Buntutnya, heboh di media sosial PHK, jawaban Arthess mengikuti aturan.
“Ya, tidak ada libur. Karena, kami dari Perusahaan itu hanya mengikuti aturan Pemerintahlah. Karena, Covid ini kan jadi Perusahaan tetap kerja, hanya libur 2 hari,” ungkapnya.
Kemudian, saat di tanya lebih lanjut, soal aturan Pemerintah tadi, sehingga Perusahaan tak memperbolehkan Libur di H-1 Lebaran.
Humas PT Lingga Harapan ini, tak bisa menjawab secara rinci karena itu adalah wewenang manajemen.
“Kurang tau juga saya, isi suratnya kurang tau juga saya. Karena itu, manajemen yang lebih tau kan. Kalau saya, hanya taunya seperti itulah,” bilangnya.
