BISNIS – Harga emas Kamis 18 Juni 2020, naik dipicu gelombang virus corona kedua. Sementara dari harga emas lokal terkonfirmasi kembali Rp 900 ribu/gram
Harga emas bergerak terbatas pada sesi perdagangan yang berakhir Rabu (17/6). Hal itu dipengaruhi sentimen positif dari gelombang kedua kasus virus corona dan tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Pelaku pasar memproyeksi bank sentral AS, The Federal Reserve, mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Head Trader U.S Global Investors Michael Matousek menyebut The Fed tidak berencana meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat ini.
Di sisi lain, penguatan dolar dan pasar modal menekan harga emas. Dengan kondisi tersebut, dia menilai emas cocok menjadi investasi jangka panjang.
Baca Juga : Perbup Baru Hadapi New Normal, Tak Pakai Masker Didenda di Batanghari
“Investor lebih baik berinvestasi emas untuk jangka panjang. Membeli emas dalam jumlah kecil saat harga turun,” kata Matousek dilansir dari Reuters pada Kamis (18/6).
Berdasarkan data Bloomberg pada hari ini pukul 08.05 WIB, harga emas di pasar spot naik tipis sebesar 0,12% menjadi US$ 1.729,1 per ounce dilansir KataData. Sedangkan harga emas di bursa Comex naik 0,01% menjadi US$ 1.735,8 per ounce.
Harga Logam Mulia
Untuk harga logam mulia Antam pada hari ini naik Rp 5.000 menjadi Rp 900 ribu per gram.
Sedangkan harga jual kembali di Butik Emas Pulo Gadung pada hari ini pukul 08.30 naik Rp 6.000 menjadi Rp 790 ribu per gram.
Adapun harga emas Antam berdasarkan bobot yang dijual di Butik Emas Pulo Gadung seperti dilansir www.logammulia.com pada hari ini, sebagai berikut:
Emas batangan 0,5 gram Rp 480.000
Emas batangan 1 gram Rp 900.000
Emas batangan 2 gram Rp 1.740.000
Emas batangan 3 gram Rp 2.585.000
Emas batangan 5 gram Rp 4.280.000
Emas batangan 10 gram Rp 8.495.000
Emas batangan 25 gram Rp 21.112.000
Emas batangan 50 gram Rp 42.145.000
Emas batangan 100 gram Rp 84.212.000
Emas batangan 250 gram Rp 210.265.000
Emas batangan 500 gram Rp 420.320.000
Emas batangan 1.000 gram Rp 840.600.000
