MERANGIN – Memasuki hari ke-3, Selasa (4/9) jumlah keselurahan pekerja lubang jarum tambang emas di Desa Simpang Parit, Renah Pembarap berkurang menjadi 20 orang.
Informasi ini masih bersifat sementara, di karenakan pihak Kepolisian terkendala saksi kunci dalam melakukan pengembangan terkait identitas para pekerja.
“Informasi masih bersifat sementara. Bisa berubah karena antara keterangan saksi yang satu dengan lain berbeda-beda,” kata Kapolsek Sungai Manau IPTU Nixon Pangihutan Bakara, dihubungi baru-baru ini, Selasa (4/9).
Sebelumnya lanjut Kapolsek, korban pertama mengatakan ada 13 pekerja, selanjutnya korban ke dua mengatakan ada 26 pekerja lalu korban ke tiga mengatakan ada 20 pekerja.
“Data sementara 7 warga yang terjebak dipastikan sudah meninggal dunia belum bisa kita evaluasi,” lanjut IPTU Nixon.
Diketahui, terkait hasil upaya pengevakuasian para korban, tim gabungan TNI-POLRI, Basarnas, dan BNPB belum bisa berbuat banyak.
“Kendala air yang terus terisi dalam lubang tambang. Posisi air belum ada penyusutan, sehingga kita masih berupaya mengeringkan air dengan alat hisap,” pungkas IPTU Nixon. (Cra)
