Gunakan Batu Bara, Pabrik Pengolahan Kelapa Gudang Alo Tungkal Cemari Lingkungan Warga

TANJABBAR – Warga RT 10 Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjabbar, kini mengeluhkan lingkungan mereka tercemar bahan bakar kelapa dari perusahaan PT Pelita Sari atau yang kerap di sebut Gudang Alo Tungkal.

Perusahaan yang beroperasi di RT 10 tersebut, melakukan pengolahan kelapa dalam dengan mengunakan bahan bakar batu bara, sehingga bau asap di anggap telah mencemari lingkungan masyarakat sekitar.

Baca juga : Rebut Runner Up Setelah Paksa Jambi United Pinalti, Bupati : Kalian Buat Bangga

Sejumlah warga Tungkal Harapan pun, saat ini mengeluhkan dengan pencemaran perusahaan Gudang Alo tersebut. Apalagi limbah asap dari batu bara tersebut baunya sangat menyengat.

“Bauknya nyengat sekali ini, sangat menganggu untuk masyarakat yang berada di sekitar perusahaan.” Kata Warga setempat.

Ia menyebutkan, jika perusahaan ini melakukan pembakarannya, setiap hari mulai dari jam 6 pagi. “Itu biasanya pagi jam 6 lebih kurang 1 jam lebih lah,” Bebernya.

Hal senada juga di ungkapkan warga lainnya Budi, yang mengeluhkan dampak dari asap pabrik pembuatan kelapa di gudang Alo Tungkal tersebut.

“Pembakarannya mengeluarkan asap hitam, dengan Bau yang begitu menyengat,” Katanya.

Beberapa Kali Warga Protes

Ia menuturkan, jika sebelumnya pembakaran ini sempat beberapa kali di protes masyarakat. Akibat di protes pembakaran di gudang itu, sempat berhenti menggunakan batu bara. Namun katanya tiga bulan terakhir Gudang Alo, menggunakan kembali melakukan pembakaran mengunakan batu bara.

“Dulu sempat di protes masyarakat, dan masyarakat mengumpulkan tanda tangan. Dan waktu itu sempat berhenti tidak lagi gunakan batu bara, ” Ungkapnya.

Gunakan Batu Bara Untuk Pembakaran Kelapa, Gudang Alo di duga Produksi Limbah B3 Kategori 1

Ia menyebutkan, jika pembakaran kelapa dalam dengan menggunakan batu bara tersebut. Di duga produksi limbah B3 kategori 1.

Limbah B3 kategori 1 kata dia,  merupakan limbah B3 yang memiliki dampak akut (cepat / tiba-tiba),  langsung terhadap manusia. Serta dampak negatif terhadap lingkungan hidup

” Dampak yang di timbulkan pas pembakaran, bisa menyebabkan sesak di nafas. Asap berwarna hitam ke coklatan.” Keluhnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Selain membuat sesak saat pembakaran. Air hujan yang di tampung  oleh warga juga bewarna coklat kehitam-hitaman.

“Air yang kami tampung itu hitam coklat coklat gitu, itu di duga karena asap pembakaran. Yakni yang mengendap di atas terus kena hujan.” Sebutnya.

“Warga menjemur pakaian di pagi hari. Saat sore di angkat berbauk batu bara. Baju yang kami jemur itu berbauk jadinya sekarang ini,” Timpalnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page