Gudang Jadi Tempat Belajar, Begini Tanggapan Kadis PDK

MUARO JAMBI – Kekurangan kelas, aktifitas belajar di SD Negeri 216 Plangke, Desa Sungai Landai, Mestong memanfaatkan gudang penyimpanan barang. Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Kabupaten Muaro Jambi mengakui akan adanya penundaan pembangunan. Sejatinya, kebutuhan kelas sudah terpenuhi di tahun 2017.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Muarojambi, Ulil Amri mengatakan, terkait SD Negeri 216 itu, pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) sudah dimasukkan anggaran tahun 2017, tetapi tertunda.

“Karena Muarojambi mengalami defisit, pembangunan RKB ditunda. Anggaran tahun 2018, ini kita masukkan kembali,” sampainya.

Lebih lanjut disampaikan Kadis, tahun 2018 ini ada sekitar 50 sekolah harus mendapatkan perbaikan terutama RKB. “Tahun 2018 nanti ada sekitar 100 RKB yang harus diproritaskan,” sampainya.

Sementara itu, Ridho, Ketua Komisi A DPRD Muarojambi, berharap kepada Pemerintahan Muarojambi untuk memproritaskan masalah fasilitas pendidikan seperti RKB. Katanya tahun 2018 tidak ada lagi.

“Seperti SD N 216 itu tahun 2018 harus diproritaskan, bagaimana pendidikan bisa maju kalau ruangan kelas tidak ada hingga terpaksa menggunakan gudang,” harapnya.

Masalah pendidikan itu penting. Seperti RKB tadi, politisi Golkar ini mengatakan, kalau tidak pemerintah, siapa lagi. Ia berharap, pemerintahan Muaro Jambi dapat berinovasi dan tegas dengan persoalan pendidikan. (Din)

You cannot copy content of this page