MERANGIN — Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi hingga ke luar daerah kini dirasakan Muhammad Figo Azhari, lulusan SMA Negeri 6 Merangin tahun 2026.
Anak kedua dari keluarga pekebun sawit tersebut berhasil mendapatkan Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDMP) Kelapa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan melanjutkan pendidikan di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Kendari, Sulawesi Tenggara.
Figo mengambil pendidikan Strata 1 (S1) di Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra melalui program yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia sektor kelapa sawit.
Program beasiswa tersebut memberikan dukungan pendidikan selama masa studi. Di Unsultra, mahasiswa penerima beasiswa BPDP Sawit 2026 dijadwalkan menjalani pendidikan selama delapan semester, termasuk program magang sekitar enam bulan.
Pada Dinamikajambi.com baru-baru ini, Muhammad Azhari, orang tua Figo mengatakan beasiswa tersebut menjadi kesempatan besar untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus membebani orang tua.
“Selama menjalani pendidikan, Figo mendapatkan uang saku sekitar Rp2,3 juta per bulan. Selain itu, biaya kuliah atau UKT ditanggung, termasuk kebutuhan praktik selama pendidikan,” ungkap Azhari dengan senyum mengembang.
Tak hanya itu, Azhari yang akrab dengan sapaan Rozali mengucapkan syukur lantaran terbantu pula untuk biaya buku dan kebutuhan pendidikan lainnya yang diberikan sekitar Rp3 juta setiap semester.
“Figo juga akan tinggal di asrama selama menjalani perkuliahan di Kendari,” katanya lega.
Tidak hanya itu, program beasiswa juga memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengikuti magang di industri kelapa sawit serta memperoleh pembinaan dan sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan program.
Secara nasional, BPDP pada 2026 meningkatkan kuota Beasiswa SDM Sawit menjadi 5.000 mahasiswa yang tersebar melalui 42 perguruan tinggi mitra. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit.
Dukungan Koperasi Perkasa Nalo Tantan
Perjalanan Figo mendapatkan beasiswa tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Koperasi Perkasa Nalo Tantan.
Koperasi tersebut tidak hanya membantu membuka akses informasi dan kesempatan bagi calon penerima beasiswa, tetapi juga memberikan bimbingan belajar kepada Figo sebelum mengikuti proses seleksi.
Figo, ungkap Zali, menjalani bimbingan belajar selama sekitar dua bulan di Koperasi Perkasa Nalo Tantan tanpa dipungut biaya.
Bahkan, selama mengikuti bimbingan tersebut, kebutuhan makan Figo juga turut ditanggung.
“Bimbel dua bulan di Koperasi Perkasa Nalo Tantan tanpa biaya. Malah dikasih makan,” kata Zali mengenang bantuan itu.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Figo hingga akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa dan diterima melanjutkan pendidikan di Unsultra.
Bagi keluarga Figo yang menggantungkan kehidupan dari perkebunan sawit, kesempatan tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri.
Figo kini membawa harapan besar dari Merangin menuju Kendari. Ia tidak hanya membawa cita-cita pribadi untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga harapan agar ilmu yang diperolehnya kelak dapat bermanfaat bagi keluarga dan daerah asalnya.
Program Beasiswa SDM Sawit sendiri memang diarahkan untuk mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi dan mampu berkontribusi dalam pengelolaan industri kelapa sawit yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Bagi Figo, perjalanan dari bangku SMA Negeri 6 Merangin menuju perguruan tinggi di Kendari menjadi awal baru untuk membangun masa depan melalui pendidikan.
(Mjm)
