JAMBI – Terkait politik yang saat ini beredar, bahwa sama-sama mendaftar di PDIP, Syarif Fasha dan Abdullah Sani akan kembali duet di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang ditepis pengamat.
Hal tersebut dikarenakan, bahwa dilihat dari sebelum-sebelumnya kemungkinan untuk keduanya kembali berpasangan lagi di Pilgub, itu saat ini tidak mungkin. Mengingat Fasha dan Sani pernah bersama di Pilwako, hingga akhirnya kenyataan keduanya terpisah di Pilwako 2018 lalu.
Dikatakan Bahren Nurdin, Pengamat Politik Jambi saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com, Rabu (25/09/2019) bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.
“Kalau menurut saya, melihat fenomena saat ini, saya rasa tidak ada kemungkinan untuk keduanya kembali bersama di Pilgub mendatang. Walaupun saat ini mereka sama-sama sudah mendaftar di PDIP.” kata Bahren melalui selulernya sekitar pukul 13.45 wib.
Meski demikian, melihat kondisi politik yang saat ini sangat dinamis dan memiliki kepentingan, akan ada kemungkinan untuk keduanya bersama di Pilgub.
“Tapi kalau memilihat kondisi politik yang saat ini masih dinamis, ada kepentingan di dalamnya, ada kemungkinan juga bagi keduanya akan bersama. Karena jika nanti ada elektabilitas yang tinggi diantara keduanya, bisa saja terjadi. Tetapi kalau dari pandangan saya selama ini, itu tidak mungkin untuk keduanya bersama di Pilgub mendatang.” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Navarin Karim, Dosen Politik Universitas Jambi (Unja). Dirinya menyebut, bahwa tidak mungkin Fasha dan Sani berpasangan lagi di Pilgub. Mengingat elektabilitas keduanya itu hanya di Kota Jambi, sementara untuk BH 1, itu ruang lingkupnya Provinsi Jambi.
“Saya itu tidak mungkin terjadi, ya kan kalau Fasha berpasangan dengan Abdullah Sani, artinya mereka hanya mendapatkan suara di Kota.” ujar Dosen Unja itu pada Dinamikajambi.com, Minggu (22/09/2019) sekitar pukul 21.00 wib. (Nrs)
