P- Manager Mengelak Saat Dimintai Keterangan
BERITA SAROLANGUN – Di duga, PT KBD di kabupaten Sarolangun, lakukan pungli terhadap penerima karyawan, di perusahaan mereka.
Banyaknya investor yang berinvestasi di di bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini, tentu membawa dampak negatif terhadap masyarakat sekitar. Setidaknya bisa membantu perekonomian warga.
Baca juga : Sukses Di usia Muda, Begini Kisah Siti Aisyah, Perempuan Suku Banjar di Jambi
Akan tetapi, ada juga investor yang tanpa di sengaja menginjak masyarakat kecil. Seperti yang terjadi di PT Karet Bathin Delapan (KBD).
PT KBD atau perusahaan yang bergerak di bidang karet ini, di duga melakukan kegiatan pungli terhadap masyarakat setempat, jika ingin menjadi karyawan nya.
Dari informasi yang berhasil di himpun di lapangan, oleh media Dinamikajambi.com dan berdasarkan sejumlah narasumber yang di temui, berhasil merangkum beberapa data valid. Di mana, PT KBD ini diduga memungut sejumlah uang dari calon karyawan nya.
Uang yang merupakan sebagai pelicin atau sering di sebut jaminan, agar dapat bekerja. Jumlahnya pun bervariasi, mulai dari angka 5 juta hingga lebih dari itu.
Selain itu, praktek dugaan pungli ini juga telah berlangsung lama. Ironisnya, ini di dalangi oleh orang dalam perusahaan tersebut.
“Banyak yang nyetor, jika di globalkan puluhan juta. Karena jumlahnya bervariasi, termasuk sayo jugo nyetor duit. Tapi sampai detik ini belum ada panggilan, alasannya bermacam lah, apa lagi musim Corona ini. Tapi duit kami belum juga di kembalikan,” ujar SR, saat di jumpai di kediamannya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Sementara itu, Manager PT KBD Rian saat di konfirmasi melalui via selulernya membantah perihal itu. Bahkan Ia mengatakan, tidak tau persoalan tersebut.
“Kalau persoalan perekrutan karyawan itu ada bidangnya, tanya langsung pada Personalia atas nama Amin Hudari,” katanya. (Ajk)
