JAMBI – Anggota DPRD Provinsi Jambi asal Mersam, Sapuan Ansori naik pitam. Lantaran, usulan pembangunan jalan di Kabupaten Bantanghari dicoret Pemprov Jambi.
Tak ayal, luapan emosinya pun tak tertahankan saat mengikuti rapat pembahasan APBD perubahan, di ruang Komisi III DPRD Provinsi Jambi baru-baru ini.
Dinas PUPR Provinsi Jambi, yang kala itu mengikuti rapat tersebut dibuat diam. Apalagi usulan pembangunan jalan yang dicoret Pemprov Jambi itu, adalah di Kabupaten Batanghari yang tak lain adalah Daerah Pemilihannya.
Baca juga : Pilgub Jambi Tidak Menarik
“Tolong jelaskan siapa yang mangkasnya, dimana survey kajian teknis kamu. Tolong jelaskan disini supaya jelas.” tegasnya dengan raut wajah memerah.
Anggaran APBD 2020
Bagaimana tidak, anggaran APBD 2020 ini tidak ada ke Kabupaten Batanghari.
Tak hanya itu saja, anggaran Rp. 18 Miliar untuk pembangunan jalan Ness yang perjuangkan juga di Recofusing. Sehingga tinggal Rp. 1,5 Miliar, itu pun bukan untuk Batang Hari.
“Untuk infrastruktur jalan Ness dianggarkan 18 Miliar, tapi tinggal 1,5 Miliar. Itu pun bukan untuk pembangunan di Batang Hari, tapi Muaro Jambi.” Jelasnya.
Selain itu, anggaran untuk pembangunan jalan Bajubang juga demikian. Dimana awalnya sebesar Rp. 22 Miliar, hanya tinggal Rp. 3.5 Miliar.
Itupun bilang Sapuan, tidak tahu jelas wilayah mana saja yang mau dibangun.
Belum lagi, anggaran jalan Sudirman yang sebesar Rp. 7 miliar, juga dipangkas Pemprov Jambi beserta drainasenya.
Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar, bagi pria yang pernah menjabat kepala desa dua periode di Mersam Kabupaten Batanghari tersebut.
“Kita asli Batanghari, masa iya tidak ada APBD Provinsi Jambi ini untuk Batanghari. Semuanya dicoret,” bebernya.
Minta Maaf Pada Masyarakat Batanghari
Ia pun merasa sedih, dan minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Batanghari atas persoalan ini. Karena menurutnya, Pemprov tidak melakukan pembahasan dengan DPRD tentang kebijakan ini diambil tersebut.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat Batanghari, Recofusing (Pemotongan/red) ini tidak ada pembahasan lagi dengan DPRD.” Ungkapnya.
Oleh karena itu, dirinya menilai bahwa Pemprov Jambi tidak mengedepankan prioritas, untuk pembangunan di Provinsi ini.
Lihat juga video : Klik Disini
Menurutnya, jalan Ness dan Bajubang tersebut adalah akses utama lalu lintas masyarakat dan penghubung jalan nasional. Sehingga terkesan diabaikan pemerintah di Provinsi Jambi.
“Wilayah di Batanghari, APBD Provinsi 2020 minim untuk Batanghari akibat Recofusing. Kabupaten lain yang dipangkas, tapi tidak keseluruhan. akan tetapi dipangkas malah Jalan Ness, dan Bajubang dipangkas. Jalan ini akses vital, penghubung jalan nasional juga.” Tukasnya. (Red)
