BERITA VIRAL – Lagi-lagi publik di hebohkan dengan perilaku asusila seorang biduan, yang nekat gasak remaja laki-laki berusia 16 tahun berkali-kali. Belakangan, di duga hal tersebut di lakukan agar awet muda.
Mengetahui anaknya di perlakukan demikian oleh sang biduan, orangtua remaja laki-laki tersebut, di laporkan kepada polisi.
Saat ini, Kasus biduan gasak remaja laki-laki usia 16 tahun berkali-kali tersebut, tengah di tangani oleh pihak terkait.
Baca juga : Terciduk Bawa Sabu 25 Kg, Anggota Dewan Bersama Teman Wanitanya Diamankan
Baru-baru ini di ketahui, salah seorang pelajar di Probolinggo, FU mengaku di cabuli seorang biduanita dangdut berinisial DAP (28). Bukan Cuma itu, pelajar laki-laki berusia 16 tahun ini juga telah melapor Polres Probolinggo Kota.
Saat awak Radar Bromo menemui FU di rumahnya, di Kecamatan Kademangan, Kamis (22/4) FU kembali menceritakan kejadian itu.
Di dampingi ayahnya berinisial SA (57), FU mengaku tidak begitu sadar ketika di ajak berhubungan intim oleh DAP.
“Kayak ada ilmu-ilmu gitu. Saya kurang sadar. Apalagi di tambah minum miras sebelum masuk kamar,” ujar FU.
Dia juga mengaku mendapatkan informasi, DAP memang mengincar perjaka sebagai korban. Konon, buat DAP, berhubungan intim dengan perjaka akan awet muda.
Saling Menggigit Jari
Sebelum berhubungan, menurut FU ada semacam ritual yang di lakukan DAP. Keduanya saling menggigit jari. Dalam praktiknya, DAP menggigit jari jempol dan telunjuk milik FU. Sedangkan FU, di minta mengigit jari jempol, telunjuk, dan kelingking milik DAP.
“Jari tangan kanan saya di gigit olehnya, dan tangan kanannya di minta digigit saya. Katanya, hal itu (bisa) membuat awet muda. Namun, itu di lakukan untuk perjaka. Sakit sih, tetapi karena terpengaruh miras, jadi rasa sakitnya tidak terlalu,” kata FU.
Pencabulan itu di lakukan tiga kali, selama FU bersama DAP. Pertama, di rumah terlapor di Perumahan Asabri, Kecamatan Kanigaran. Kedua, di indekos terlapor di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Ketiga, di Asabri lagi.
“DAP ini asli Tulungagung. Dulu sempat indekos di Muneng. Namun, entah perkara apa, infonya di usir. Sehingga, menempati rumah keluarganya di Asabri. Namun, dia juga indekos di Ketapang, tetapi jarang di tempati,” katanya.
Kakak FU Sg (29), mengatakan keluarganya tidak terima dengan perlakuan DAP. Karena itu pihaknya melaporkan DAP ke polisi.
“Pembelajaran yang tidak baik kepada adik saya. Makanya keluarga tidak terima dan melapor,” katanya.
Kemudian, Radar Bromo berusaha mengonfirmasi DAP. Termasuk mendatangi sejumlah tempat yang di tunjuk FU. Namun, janda beranak satu itu tidak di temukan.
Berita lain : Masih di Rumah Pacar Jam 1 Pagi, Polwan Gadungan Ini Di tangkap Polisi di Hari Kartini
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota Ipda Kumoro mengatakan, kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi. Baik saksi pelapor maupun saksi lainnya.
“Nantinya juga akan memanggil DAP sebagai saksi terlapor,” ujarnya.
Sumber : Jpnn.com
