Deklarasi Nalim dan Khafidh Diwarnai Protes Tukang Ojek?

MERANGIN – Deklarasi salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nalim-Khafid yang di adakan di Ujung Jalur Kota Bangko, Selasa (9/1) siang berbuntut tagihan bayaran. Tercorengnya deklarasi pasangan yang kali pertama mendaftar di KPU itu, terungkap dalam aksi protes puluhan tukang ojek ditengah kegiatan.

Berdasarkan informasi dari salah satu narasumber tukang ojek yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika aksi protes mereka semata-mata hanya untuk menagih janji dari pihak panitia.

“Kami ingin menanyakan bagaimana dengan janji mereka (pihak panitia, red), yang akan memberikan semacam uang transport jika ikut pada kegiatan hari ini,” ungkapnya.

Tetapi setelah berkumpul, lanjutnya, pihaknya malah tidak diperdulikan. Seolah-olah tidak pernah ada perjanjian sebelumnya.

“Kami di sini meninggalkan pekerjaan, padahal banyak penumpang kami di pasar. Berapa kerugian yang kami terima hari ini,” keluhnya.

Ditanya bagaimana tanggapan pihak panitia, si narasumber mengatakan, mereka terus dijanjikan nanti akan dibayar. Padahal sudah dari pagi pihaknya menunggu, tidak ada kejelasan hingga kegiatan tengah berlangsung.

“Kami mau menemui pak Nalim lagi, biar jelas. Kalau memang tidak ada, kami akan membubarkan diri lagi,” lanjutnya.

Dari pantauan dinamikajambi.com, Nalim sepertinya tidak bisa ditemui. Pasalnya, dari awal kedatangan hingga berakhirnya kegiatan calon Bupati ini fokus dengan rangkaian agenda dalam kegiatannya.


Tak hanya dari tukang ojek, keluhan juga terungkap dari warganet di group Suara Rakyat Merangin. Akun Daniel Roberto, menyesalkan panitia yang ingkar janji.(Rdc)