Dampingi Para Suami Demo di Jambi, SISJB: Istri Tolak Mantap-Mantap

BERITA JAMBI – Cantik nan gemulai, tak mengurungkan niatan belasan para istri supir batubara di Jambi, dampingi sang suami demo di Gubernuran Jambi, Senin (13/12/2021).

Pada aksi tersebut, Seduluran Istri Sopir Batubara Jambi (SISJB) dampingi suami demo, keluhkan pendapatan sang suami, hingga beberkan tolak mantap-mantap.

Baca juga : Ratusan Supir Batubara Tumpah Ruah di Lapangan Gubernuran Jambi

Sebagaimana di ketahui, Aliansi Supir Batubara Jambi hari ini tumpah ruah, memenuhi lapangan Kantor Gubernur Jambi guna sampaikan aspirasi.

Adapun yang menjadi tuntutan, di antaranya soal aturan terbaru tonase, jam operasional hingga, persoalan pungutan liar yang kerap menimpa para supir.

Tak ayal, dengan beberapa persoalan tersebut di nilai mengakibatkan merosotnya pendapatan para supir. Tak tanggung-tanggung, belakangan ini pihaknya hanya berpenghasilan sebesar 58 ribu, untuk satu kali perjalanan.

Alhasil, tentunya hal itu membuat keluh kesah di antara istri para supir. Sehingga, belasan para istri supir tersebut ikut meramaikan aksi demonstrasi Supir Batubara.

“Suami 3 hari kerja di jalan, kadang cuman bawa duit 58 ribu. Coba kita lihat sekarang, biaya hidup mahal, anak 3 orang, susu anak sekarang mahal,” keluh para istri supir.

Mantap-mantap

Lebih lanjut, para istri supir batubara yang berkostum merah jambu itu, menerangkan di saat pendapatan sang suami merosot, pihaknya hanya berpasrah diri.

Betapa tidak, dengan rutinitas mengurus rumah tangga, tak memberi kesempatan pihaknya untuk menambah pundi-pundi dengan bekerja sampingan.

Alhasil, sembari berkelakar belasan istri supir batubara ini membeberkan, merosotnya pendapatan supir berpengaruh pada ‘jatah’ sang suami.

“Mantap-mantap, atau hubungan suami istri jadi tidak lancar. Masa iya, pulang bawa duit 58 ribu, apa boleh buat,” tukasnya, sembari tertawa.

Lihat juga video : Klik Di sini

Atas hal itu, pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperhatikan nasib sang suami. Di antaranya, memulihkan kembali jam operasional dan tonase.

“Kami berharap, pemerintah bisa buat kebijakan seperti semula. Jam kerja, jangan lagi di batas-batasin, biarlah seperti dulu.” tegasnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033