JAMBI – Satgas Pangan Provinsi Jambi, sering kali menemukan penjual daging beku dipasar yang digantung, bahkan ada juga yang mencampurnnya dengan daging segar. Padahal sebenarnya itu adalah tindakan yang tidak benar, dan sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang menkonsumsinya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kordinasi Satgas Pangan, Ariansyah mengakui bahwa persoalan daging beku yang digantung selama berjam-jam di pasar, memang berulang kali terjadi. Padahal pihaknya sudah sering kali mengingatkan untuk tidak mengulanginya lagi.
“Banyak laporan daging beku dicampur dengan daging segar. Itu menyalahi aturan. Sebenarnya harus ada tindakan represif,” kata Ariansyah pada awak media, Sabtu (20/4/19).
Ariansyah mengatakan bahwa dalam rapat lanjutan tim Satgas pada 23 April nanti, dirinya akan meminta kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas prilaku tersebut.
Menurutnya, apabila terus menerus terjadi, maka dikhawatirkan berpengaruh kepada kesehatan konsumen.
“Nanti kita ada rapat bersama tanggal 23 April, akan di sampaikan dan mudah-mudahan dari bidang penindakan bisa hadir. Sebab ini permasalahan yang dulu sudah kita persuasi sudah disampaikan tidak boleh, tapi kalau misalnya nanti masih ada maka akan di lakukan tindakan tegas,” bebernya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperundag) Provinsi Jambi itu juga menegaskan, apabila pedagang daging beku setiap pasar di Jambi ini masih tidak mentaati aturan, maka dirinya akan segera melakukan upaya penindakan.
“Apalagi pihak angso duo baru bekerja sama dengan pedagang telah membeli pendingin, atau cold storage yang dapat digunakan pedagang.” pungkasnya.
