MUARO JAMBI – Penyebaran virus corona makin merebak di Muaro Jambi, pasien positif pun terus bertambah setiap hari. Tak ayal, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah setempat untuk memutuskan mata rantai wabah tersebut. Berikut 3 langkah Bupati Masnah Busro dan Dinkes.
Sebagaimana diketahui, bahwa sampai hari ini pasien positif covid-19 di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 30 orang. 24 diantaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 6 orang lagi masih dalam proses perawatan. Sedangkan pasien meninggal dunia, tercatat sebanyak 1 orang oleh gugus tugas Murao Jambi maupun Provinsi Jambi.
Tentu, angka tersebut cukup tinggi untuk ukuran Kabupaten Kota di Provoinsi Jambi. Apalagi, saat ini virus corona terus merebak di Muaro Jambi tersebut.
Walaupun demikian, segala upaya terus digalangkan oleh pemerintah setempat, agar penyebaran covid-19 di Murao Jambi ini dapat dihentikan. Serta masyarakat pun dapat menjalani aktivitas dengan tenang, nyaman dan aman tanpa rasa khawatir terpapar virus corona.
Baca juga : Kostum Fachrori -Syafril, Ternyata Bukan Pakaian Raja Jambi
Adapun upaya pemerintah tersebut, dilihat dari 3 langkah Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro yang terus digaungkan kepada masyarakat.
Salah satunya yakni, Masnah selalu menghimbau masyarakat Muaro Jambi, untuk terus menerapkan protokol kesehatan, dan menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah.
“Saya tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat Muaro Jambi khususnya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tetap menjaga jarak.” Ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak berkerumun serta membuat acara, yang mengundang banyak orang.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat mematuhi hal tersebut, sehingga virus corona segera berakhir. Baik di Muaro Jambi, maupun di seluruh daerah di Provinsi Jambi ini.
Tak hanya itu, keseriusan bupati juga ditunjukkan dengan menambahkan anggaran untuk kebutuhan 100.000 masker, dalam APBD-P Kabupaten Muaro Jambi tahun 2020 ini. Nantinya, masker tersebut akan dibagikan kepada masyarakat, agar dapat digunakan saat beraktivitas sehari-hari di luar rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi
Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Yes Iman membenarkan terkait anggaran 100.000 masker, yang dimasukkan bupati dalam APBD-P tahun 2020 ini.
“Ya, salah satu langkah serius bupati. Yakni dengan menambah anggaran untuk kebutuhan masker, dalam APBD-P Muaro Jambi tahun 2020 ini.” Terangnya, pada Sabtu (26/09/2020).
Kemudian, meneruskan langkah bupati dalam menanggulangi penyebaran covid-19 di Muaro Jambi, Kadinkes juga menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker jika keluar rumah.
“Pakai masker itu jangan sampai tinggal, cuci tangan dan jaga jarak itu sangat penting. Kemarin salah satu pasien kita yang positif itu, karena lalai pakai masker. Jadi, buat masyarakat pakailah masker, cuci tangan dan jaga jarak.” Terangnya.
Selanjutnya, ia juga meminta kepada Kepala Desa dan pihak terkait lainnya, yang dari luar daerah untuk segera melapor ke Dinas Kesehatan, atau langsung lakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat.
Lihat juga video : Klik Disini
“Kami juga sudah menghimbau kepada puskesmas dan Kades, bagi orang yang baru pulang dari luar daerah Muaro Jambi, untuk segera melapor ke kami. Atau langsung periksa di puskesmas langsung,” bebernya.
Pasalnya, banyak pasien yang terpapar covid-19 di Muaro Jambi tersebut berasal dari masyarakat yang sering pergi ke luar daerah. Mulai dari Bandung, Palembang hingga daerah lain di Provinsi Jambi ini.
“Jadi kami mohon pada masyarakat yang baru dari luar daerah, untuk melaporkan kepada Dinkes atau tim gugus tugas. Sehingga, gugus tugas Muaro Jambi lebih mudah mendeteksi dari mana virus di dapatkan. Proses penanganannya pun lebih gampang,” paparnya.
Menurutnya, kalau penyebarannya dari rumah sakit, itu tentu sudah dilakukan rapid tes maupun swab. Kalau masyarakat yang dari luar daerah, inilah yang sulit untuk di pantau.
“Makanya kami sangat mengharapkan kerjasama masyarakat, yang kerap keluar masuk daerah ini untuk melapor ke kami Dinkes, atau gugus tugas.” Tukasnya. (Red)
