JAMBI – Dunia pendidikan kerap kali di coreng dengan permasalahan aturan dan biaya. Setelah siswa di usir lantaran tak mampu membayar uang sekolah, kasus serupa ditengarai bakal mencuat di masa pendaftaran sekolah baru ini.
Mampu melanjutkan pendidikan ke tingkat atas, tentu menjadi kebahagian bagi orang tua. Namun sebaliknya, kebahagian itu bakal pupus, ketika sang anak terganjal biaya dan tak bisa melanjutkan sekolah. Menyedihkan.
Realita ini ditangkap Garda Muda Nasdem. Tak sedikit, orang tua mengelus dada dan menangis saat kenyataan menampar mereka atas biaya yang tak mampu di dapatkan.
“Tolong pada pemerintah, pihak terkait untuk serius dalam permasalahan ini. Ini persoalan generasi penerus. Masa depan,” tegas Syawal Syahputra, Ketua Garda Muda, Sabtu (22/06/2019).
Pria berjambang ini lantang mengingatkan jaminan pendidikan yang tercantum dalam Undang-undang. Namun sebaliknya, seolah bukan tanggungjawab pihak terkait.
“Ini persoalan penting. Soal generasi yang akan meneruskan kita. Mau di bawa kemana bangsa ini? Ada siswa yang masuk sekolah, tapi tak punya uang, tak bisa masuk. Lalu, kalau mereka ini cerdas, pintar, mau jadi apa kalau tidak sekolah?,” cecar Syawal.
Pasalnya, Ia mengetahui biaya sekolah yang mencapai puluhan juta untuk sekolah swasta. Ia berpendapat, hal senada berlangsung di sekolah negeri.
Berita Terkait : Karena Nunggak Uang Sekolah, Siswa di Jambi di Usir Saat Ujian
“Orang tua menangis. Masuk negeri tak bisa. Sekolah swasta, tak punya biaya. Ingat, pemerintah sudah memberikan bantuan bagi sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Kenapa sampai begini?,” bebernya.
Untuk itu, Garda Muda meminta pemerintah untuk menetapkan tarif dasar dan tarif atas masuk sekolah. Hal ini, guna menertibkan oknum-oknum yang memanfaatkan momen masuk sekolah ini. (Erw)
