BERITA JAMBI – Bak mutiara tersembunyi di dasar lautan, beginilah pepatah menggambarkan para pecinta buku di Jambi. Jarang tertangkap kamera, CV Gemulun Aksara Indonesia di isi oleh para pecinta pengetahuan. Berawal dari sebuah komunitas, kini Perusahaan penerbit buku asli di Jambi itu tersohor di kanca Nasional.
Ragam cara anak muda dalam mengasah pengetahuan, misal berorganisasi, juga bekerja sambil kuliah. Sudah barang tentu, bukan sebuah proses yang mudah dan berani melawan zona nyaman.
Baca juga : Lewat Zoom Meeting, Bupati Muaro Jambi Terima WTP 5 Kali Berturut-turut
Seperti sebuah perusahaan penerbit buku yang digagas oleh kumpulan Mahasiswa kala itu. Padahal, perusahaan tersebut sebelum terbentuk 2016 silam, hanyalah sebuah komunitas diskusi lasehan. Sebagai wadah, tempat bernaungnya para pecinta pecinta budaya dan literasi Jambi.
Namun, atas berkat kesamaan visi dan cinta akan pengetahuan tadi, Boy beserta rekan seperjuangannya malah mendirikan sebuah Perusahaan Penerbit Buku di Jambi.
” Awal mula 2016 cuman komunitas yang bergerak di bidang sastra, budaya dan teater. Kemudian, 2019 berkembanglah di dunia penerbitan buku. Nah di tahun ini, berkembanglah menjadi sebuah perusahaan penerbit buku, CV Gemulun Aksara Indonesia. Bergerak di bidang penerbitan, percetakan dan ilmu pengetahuan, ” jelas Boy selaku Penanggung Jawab Divisi Penerbitan.
Dongrak Minat Baca Tulis
Pada dinamikajambi.com, Boy menjelaskan arti sebuah nama Gemulun. Yang mana, Gemulun dalam bahasa Jambi sendiri adalah sebuah air terjun memiliki makna berguna dengan makhluk hidup lainnya.
Pun selaras, beber Boy, berdirinya Perusahaan Penerbit buku ini diharapkan mampu berguna bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan di Jambi.
Pun selanjutnya, Perusahaan yang di besut oleh Putra kelahiran Batanghari ini berharap, para pemuda di Jambi dapat meningkatkan minat baca dan menulis.
Berita lain : Swiss-Belhotel Jambi Gelar Warung Kejujuran, Hasilnya Didonasikan
” Idealnya, para Pemuda di Jambi membaca buku itu bukan karena ada mata kuliah saja. Kemudian, anak sekolah membuka buku bukan karena PR saja. Akan tetapi, membaca dan menulis itu menjadi sebuah kebutuhan, ” tambahnya
Terakhir, Ia juga menjelaskan, belum genap berdiri 2 tahun, pihaknya telah mencetak sekitar 200 judul. Bukan saja dari Penulis Jambi, namun di selingi juga dari luar Jambi. Seperti, Riau, Sumsel, Batam hingga luar pulau Sumatera. (Tr01)
