Badai Inflasi Eropa Menguncang 3 Negara Besar, Masyarakat menjerit Harga Melambung Tinggi

MORAL konsumen ekonomi terbesar zona euro turun akibat inflasi tinggi, yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda jelang musim dingin.

Masyarakat Eropa beberapa akhir ini setidaknya 3 negara melakukan turun kejalan untuk melakukan aksi demo karena memprotes melambung tingginya harga bahan pokok dan komoditas lainya.

1. Perancis

Seperti di Perancis, melakukan demonstrasi berakhir ricuh dengan melakukan baku hantam dengan polisi Perancis, mereka melakukan demonstrasi untuk menaikkan upah mereka ditengah badai inflasi yang membuat harga naik tetapi daya beli menurun.

Berdasarkan data pendahuluan yang dirilis INSEE, Jumat (30/9/2022), estimasi inflasi ini menjadi yang terendah sejak Mei lalu. Catatan tersebut juga lebih rendah dari proyeksi para ekonom sebesar 5,9%. Adapun, kenaikan harga energi melandai dari 22,7% menjadi 17,8%. Begitu juga dengan jasa yang kenaikannya melandai dari 3,9% menjadi 3,2%.

Baca Juga : Noviardi : Waspadai Inflasi Jambi Bergerak Liar Timbulkan Ketakpastian

Kementerian mengatakan telah menganggarkan 45 miliar euro tahun depan untuk membatasi kenaikan harga gas dan listrik sebesar 15%, meskipun pungutan khusus pada perusahaan energi diperkirakan akan membawa biaya bersih menjadi 12 miliar euro, lebih rendah dari 16 miliar euro sebelum ditandai.

“Ketidakpastian tidak pernah lebih besar tentang prospek ekonomi untuk tahun depan karena perang di Ukraina terus berkecamuk dan langkah Rusia tetap tidak dapat diprediksi,” kata Le Maire.

Perlambatan Ekonomi

Perlambatan ekonomi di mitra ekonomi utama Prancis, yakni Amerika Serikat (AS), Jerman dan China, semakin mengaburkan perlambatan tersebut.

Selain Perancis, dua negara lain sama terjadi karena inflasi, yang membuat warga negaranya turun kejalan, berikut daftarnya.

2. Jerman

Di Jerman, demonstran menyemut di ruas-ruas jalan di enam kota. Mereka menuntut pemerintah mencari cara untuk mengurangi biaya listrik.

Greenpeace Jerman memperkirakan total 24 ribu orang berdemonstrasi di enam kota besar di Jerman.Mereka mencatat 6.000 orang berdemonstrasi di Berlin, 5.000 di Dusseldorf, 5.000 lainnya di Frankfurt, dan 4.000 di Stuttgart.

Jalan-jalan di Hanover dan Dresden juga dipenuhi pedemo.

Inflasi sangat panas di Jerman.

Sulit melihat bagaimana bank sentral Eropa tidak dapat menaikkan suku bunga sebesar 0,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertemuan bulan depan,” ungkap Ekonom ING Carsten Brzeski.

Inflasi di Jerman tembus 10,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada September 2022.

Mengutip reuters, Jumat (30/9), realisasi inflasi Jerman lebih tinggi dari ekspektasi sejumlah pihak yang hanya 10 persen.

Beberapa pihak mengatakan inflasi Jerman akan mempengaruhi situasi di Zona Euro. Sejumlah pihak bahkan memproyeksi inflasi di Zona Euro tembus 9,6 persen pada September 2022.

Sementara, Leibniz Institute for Economic Research memproyeksi ekonomi Jerman hanya tumbuh 1,4 persen tahun ini. Namun, Jerman berpotensi kontraksi 0,4 persen pada 2023 dan kembali tumbuh 1,9 persen pada 2024.

“Jika kita mendapatkan konsumsi gas musim dingin yang jauh lebih dingin akan tumbuh secara signifikan yang akan meningkatkan kemungkinan kekurangan gas. Itu akan berdampak lebih besar pada PDB daripada yang kami asumsikan dalam perkiraan kami,”

3. Inggris

Para warga menghabiskan waktu akhir pekan lalu dengan berarak dari Park Lane menuju kompleks parlemen. Mereka mengacungkan spanduk-spanduk berisi seruan untuk kembali bergabung dengan Uni Eropa demi menyelamatkan perekonomian negara.

Lonjakan inflasi jelas memicu kekhawatiran warga Inggris yang terbukti dalam survei yang diselenggarakan peneliti Ipsos.

Survei menemukan sebanyak 45 persen warga usia dewasa menilai inflasi adalah salah satu masalah besar negara tersebut.

Inflasi Tertinggi

Inflasi Inggris tertinggi dalam 40 tahun dengan realisasi 10,1 persen pada Juli 2022.

Office for National Statistic (ONS) menyebut lonjakan harga pangan sebesar 12,7 persen sejak Juli 2021 menjadi penyumbang lonjakan inflasi Juli 2022. Sementara, bulan sebelumnya, inflasi Inggris berada di kisaran 9,4 persen.

“11 kelompok makanan dan minuman non-alkohol berkontribusi terhadap tingkat inflasi tahunan, di mana harga secara keseluruhan naik tahun ini,” terang ONS dilansir CNN Business, Rabu (17/8).

Sekarang, hampir setengah masyarakat menilai kenaikan harga sebagai salah satu isu terbesar di Inggris,” kata Konsultan Senior Ipsos Mike Clemence seperti dikutip dari The Strait Times.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube