MUARO JAMBI – Viralnya pemberitaan terkait pengerjaan normalisasi yang menelan anggaran Rp 60 Milliar, mengejutkan Ketua Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG), Al Amin Syukur. Alokasi dana yang begitu besar ini, bakal ditelusuri pihaknya.
Disampaikan Amin pada Dinamika Jambi, Ia mengapresiasi normalisasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada wilayah ini, khususnya di Kecamatan Sungai Gelam.
“Tetapi saya sedikit terkejut saat melihat dari salah satu media Jambi mengenai estimasi dana yang di alokasi mencapai Rp 60 Milliar,” kata Amin.
Padahal, lanjut Mahasiswa UIN STS Jambi itu, wilayah Sungai Gelam dan juga Sungai Bahar khususnya sangat mendesak pernah jalan. Sedangkan normalisasi yang tengah berlangsung, Amin turut menyoroti Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal). Pemerintah, sambungnya, dak boleh mengabaikan hal ini.
“Pemerintah harus mengkaji program dan kebijakan pembangunan agar tepat sasaran dan tepat guna. Apakah ini sudah dilakukan atau belum?,” katanya.
“Saat ini kami butuh kejelasan alokasi dana tersebut agar tidak terjadi salah paham terutama pada masyarakat, dan kami akan coba cari tau lebih dalam mengenai masalah ini sebagai bentuk mahasiswa agen of control,” tandasnya.
