BATANGHARI – Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yaitu pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah.
Sampainya PIP yang merupakan penyempurnaan BSM ini cukup membantu biaya pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera. Al Bahri warga RT 10 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian selaku wali murid yang menerima beasiswa tersebut mengatakan PIP mengurangi beban biaya sekolah.
“Beasiswa ini cukup membantu untuk kebutuhan sekolah anak saya seperti untuk membeli tas atau pun sepatu dan yang pasti untuk membantu biaya pendidikan anak,” katanya di Gedung Sekolah SMPN 21 Batanghari

Sementara itu, Agustian Mahendra salah seorang kader Partai Gerindra mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan PIP tepat sasaran.
“Kami sebagai salah satu partai politik hanya menjalankan fungsi pengawasan, ini program pemerintah apakah sudah benar, lurus dan tepat sasaran atau belum. Diharapkan beasiswa PIP ini dapat membantu meringankan beban pendidikan bagi siswa yang kurang mampu,” jelasnya saat mengawasi pembagian bea siswa tersebut.
Budi Cahyono, S.Pd selaku kepala sekolah SMPN 21 Batanghari mengatakan, siswa penerima beasiswa bervariasi.
“Jumlah siswa kami yang menerima bea siswa KIP ini ada 88 orang siswa dari 160 orang yang kami ajukan. Untuk besaran uang yang di terima itu berfariasi dari 350 ribu hingga 375 ribu tergantung kelasnya, dan akan diterima setiap tahun sekali,” rincinya saat ditanyakan perihal beasiswa ini. (Ali Kuncir)
