MUAROJAMBI – Pemerintah Kabupaten Muarojambi, sukses mengelar acara tabligh Akbar yang dihadiri ribuan masyarakat. Bahkan tenda yang disiapkan oleh panitia dirasa kurang, karena para jamaah tumpah hingga keluar tenda. Pasalnya acara yang dihelat di Lapangan Bukit Cinto Kenang, Komplek Perkantoran Bupati ini, dihadiri oleh Dai Kondang, Ustad Abdul Somad (UAS)
Acara ini turut hadir Gubernur Jambi, Zumi Zola, Bupati dan Wakil Bupati, DPR-RI Bakri, BPK-RI Rizal Djalil, serta Pimpinan Pondok Pesantren kabupaten Muarojambi, dan pimpinan PT Chairul Umam serta Forkompimda.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada UAS karena telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini.
“Selamat datang dan saya ucapkan terima kasih ustad, telah hadir di Kabupaten Muarojambi. Semoga tausiha ustad menjadi kebaikan bagi kita semua,” sampainya.

Kemudian Gubernur menyampaikan sambutan baiknya dengan kehadiran UAS.
“Baiklah kepada Ustad saya persilahkan untuk ceramah sepanjang-panjangnya, karena masyarakat sudah menanti ceramah dari ustad,” ujarnya
Dalam tausiahnya UAS menyampaikan bahwa setiap doa yang kita panjatkan untuk mendoakan orang lain, dan doa tersebut adalah doa yang baik-baik maka kau akan dapat doa yang sama.
Lebih lanjut Ia menyampaikan kalo ada jamaah yang minta di doakan olehnya maka iya akan mendoakan.
“Yaa ustad doakan anak saya jadi anak yang sholeh, jadi saya doakan supaya anak saya juga dapat doa tersebut. Ya allah doakan jamaah saya sehat, maka malaikat juga mendoakan saya sehat,” katanya
Namun, Ia menyampaikan bahwa ada satu doa yang tidak mau Ia doakan.
“Satu yang tidak mau saya doakan. Ustad doakan saya dapat jodoh, maka saya tak mau. Yaa allah dekatkan jodoh anak ini, maka malaikat menjawab, ya allah ustad somad dapat lagi,” sampainya.
Mendengar ucapan tersebut, Sontak, jamaah yang ada spontan tertawa.
Ia menjelaskan jangan pernah mendoakan yang tidak baik, kalau engkau di caci atau di maki, jangan balas dengan caci maki, siapa yang mau memaafkan, maka allah akan memberikan balasan.
Selain itu, Ia juga menjelaskan tentang kewajiban bagi umat muslim. Ia mengibaratkan kewajiban dalam Islam sama halnya dengan kewajiban seorang tentara.
Tidak ada kewajiban bagi masyarakat Muarojambi untuk lari pagi, tapi kalau sudah jadi tentara wajib lari pagi. Maka siapa yang tidak mau lari pagi, jangan masuk tentara.
“Kesimpulannya tidak wajib shalat, tidak wajib puasa, itu tidak. Bagi siapa? Bagi yang tidak islam. Maka siapa yang tidak mau shalat, puasa, jangan masuk islam,” sampainya.
“Siapa yang tidak bersyahadat tidak masuk Islam, tidak akan diakui oleh Allah SWT. Diakhirat akan masuk neraka jahanam,” sambungnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan tentang cara masuk Islam. Cara masuk Islam itu mudah, tinggal baca dua kalimat syahadat.
“Saya mudah kalo baca itu ustad, yang saya khawatiri itu sunat ustad, katanya sakit. Sunat itu tidak sakit, cuma dicubit-cubit be, nah putus,” ujarnya menirukan percakapan antara ustad dan jamaah. Sontak warga semakin tertawa mendegar ucapan itu.
Ia mengatakan bahwa sunat saat ini berbeda dengan sunat jaman dulu.
“Bukan macam dulu, orang melayu kalo sunat, besok jam enam pagi disunat, jam 6 sore berendam. Nah besok pagi baru di pangil dukun sunat pakai sembilu buluh, dak pakai pisau takut bekarat, tetanus. Diambil buluh, rupanya dia baru latihan pertama, habis,” pungkasnya sembari senyum sedangkan jamaah tertawa. (Din)
